Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Membubung 400 Meter, Status Level III Siaga
M-Radar News, Lumajang – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, pada Senin, 14 September 2026 pukul 09.41 WIB.
Erupsi tersebut memunculkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak Gunung Semeru. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru di Gunung Sawur, Lumajang, erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 45 detik.
Informasi tersebut dihimpun dari laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan PVMBG.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho mengimbau masyarakat tidak mendekati sejumlah kawasan yang masuk zona bahaya.
Menurutnya, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terkena lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Sejumlah aliran yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi aliran lahar juga dapat terjadi pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
“BPBD Lumajang saat ini masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat desa di lereng Semeru untuk memastikan tidak ada aktivitas warga di titik-titik rawan tersebut,” kata Isnugroho dikutib rri, Senin (14/9/2026).
Dengan status Level III (Siaga), PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau menyiapkan masker untuk mengantisipasi potensi hujan abu vulkanik.
Masyarakat diminta memperoleh informasi terkait aktivitas Gunung Semeru hanya melalui kanal resmi PVMBG dan BPBD setempat guna menghindari informasi yang keliru.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















