Kisah Siswi SMK di Jember Jalani Cuci Darah Dua Kali Sepekan, Diantar Ayah Pakai Bentor Tua Karena Keterbatasan Biaya
M-Radar News, Jember – Keterbatasan ekonomi membuat Merisa, siswi kelas X SMK Muhammadiyah 4 Jember, harus berjuang mendapatkan akses pengobatan rutin. Merisa yang menderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.
Di tengah kondisi tersebut, keterbatasan biaya membuat Merisa tidak selalu bisa menggunakan ambulans untuk pergi ke rumah sakit. Ia terpaksa diantar sang ayah, Slamet, menggunakan bentor tua, kendaraan sederhana yang dimodifikasi dari becak dan sepeda motor lama.
Bagi keluarga Merisa, perjalanan menuju rumah sakit menjadi persoalan tersendiri. Slamet yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari. Penghasilan tersebut bahkan kerap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Meski demikian, Slamet tetap berusaha mengantar putrinya menjalani kontrol dan cuci darah secara rutin. Ia tidak ingin keterbatasan ekonomi membuat pengobatan anaknya terhenti dikutib dari ngopibareng, Rabu (26/8/2026).
Sebelumnya, keluarga Merisa sempat mendapatkan bantuan transportasi berupa ambulans dari relawan. Bantuan tersebut cukup meringankan beban keluarga, namun kini tidak lagi tersedia.
Kondisi keluarga Merisa disebut telah diketahui pemerintah desa setempat. Namun, hingga kini belum ada layanan medis maupun bantuan transportasi yang datang langsung ke rumah mereka.
Keluarga Merisa juga mengaku belum memahami secara baik program Home Care yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember. Keterbatasan informasi membuat keluarga belum mengetahui mekanisme untuk mendapatkan layanan tersebut.
Slamet berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan bantuan transportasi, termasuk biaya bahan bakar atau layanan antar-jemput, sehingga putrinya dapat menjalani pengobatan secara rutin.
“Yang penting anak saya bisa berobat dan cuci darah. Kalau ada bantuan ongkos bensin atau antar-jemput, sangat membantu,” harap Slamet.
Transportasi Jadi Kendala Pengobatan
Bagi pasien yang membutuhkan perawatan rutin seperti cuci darah, akses transportasi menjadi bagian penting dalam keberlangsungan pengobatan. Kendala biaya perjalanan dapat menjadi persoalan serius bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Kondisi Merisa yang harus menggunakan bentor tua untuk menuju fasilitas kesehatan menggambarkan tantangan yang dihadapi keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pengobatan secara berkelanjutan.
Karena itu, dukungan tidak hanya diperlukan dalam bentuk layanan medis, tetapi juga kemudahan akses menuju fasilitas kesehatan.
Pentingnya Sosialisasi Layanan Home Care
Keberadaan program Home Care di Kabupaten Jember diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk pasien dengan kondisi yang memerlukan perawatan berkelanjutan.
Namun, informasi mengenai program tersebut perlu dipastikan menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga. Sosialisasi dan pendampingan menjadi penting agar warga yang membutuhkan dapat mengetahui persyaratan serta mekanisme untuk mengakses layanan.
Bantuan relawan yang sebelumnya diterima keluarga Merisa juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, komunitas, dan masyarakat dalam membantu pasien yang mengalami kendala akses layanan kesehatan.
Berharap Bisa Terus Berobat
Di tengah keterbatasan ekonomi, Slamet hanya berharap putrinya dapat terus menjalani pengobatan tanpa terkendala biaya perjalanan.
Bagi keluarga tersebut, bantuan sederhana berupa biaya bahan bakar maupun layanan antar-jemput akan sangat berarti untuk memastikan Merisa tetap mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Kisah Merisa sekaligus menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas medis, tetapi juga kemampuan pasien untuk mencapai fasilitas tersebut.
Dukungan pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat membantu keluarga Merisa melewati kesulitan tersebut, sehingga pengobatan rutin yang harus dijalani tidak terhenti akibat persoalan transportasi dan keterbatasan ekonomi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












