Menteri Bahlil: Program PLTS 100 GWp Bisa Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun dan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja

Menteri Bahlil: Program PLTS 100 GWp Bisa Hemat Subsidi Rp73,9 Triliun dan Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja. Foto: tangkapan layar.

M-Radar News, Jembrana – Pemerintah resmi mengawali program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) dengan meluncurkan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya mengatakan, bahwa program PLTS 100 GWp merupakan program strategis yang memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, ketahanan energi, dan lingkungan.

Menurut Bahlil, pengembangan PLTS dalam skala besar tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga dapat menekan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengurangi penggunaan bahan bakar diesel, menciptakan lapangan kerja, serta menekan emisi karbon.

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” kata Bahlil saat peluncuran program PLTS 100 GWp di Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Selasa (25/8/2026).

Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS yang berada di enam provinsi, yakni:

  1. PLTS Tembesi di Provinsi Kepulauan Riau;
  2. PLTS Pulau Sembur di Provinsi Kepulauan Riau;
  3. PLTS Pulau Rengit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
  4. PLTS Saguling di Provinsi Jawa Barat;
  5. PLTS Purwakarta di Provinsi Jawa Barat;
  6. PLTS Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat;
  7. PLTS Cirata di Provinsi Jawa Barat;
  8. PLTS Jatigede di Provinsi Jawa Barat;
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur di Provinsi Jawa Tengah;
  10. PLTS Karangkates di Provinsi Jawa Timur;
  11. PLTS Madura di Provinsi Jawa Timur;
  12. PLTS Pasuruan di Provinsi Jawa Timur;
  13. PLTS Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur; dan
  14. PLTS Site Gilimanuk di Provinsi Bali.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program PLTS 100 GWp membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat menjalankan program tersebut sendiri sehingga diperlukan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil.

Program PLTS 100 GWp diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional. Selain menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan, program ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta memberikan manfaat ekonomi melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan investasi yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp1.140 triliun, pemerintah menargetkan pengembangan PLTS tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap efisiensi subsidi energi, penguatan ketahanan energi, dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup