Perkuat Sektor Maritim, Banyuwangi Gandeng ITS Dorong Inovasi Teknologi Perikanan

Pemkab Banyuwangi menandatangani kesepakatan bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan PW IKA ITS Jatim untuk memperkuat inovasi teknologi daerah, Selasa (11/8/2026). Foto: dok/hum.

M-Radar News, Surabaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni ITS (PW IKA ITS) Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengembangan potensi maritim dan perikanan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang berlangsung di Surabaya, Selasa (11/8/2026). Kerja sama serupa juga dilakukan bersama Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lamongan, dan Kota Pasuruan.

Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan sektor perikanan, sekaligus mengoptimalkan potensi maritim melalui penerapan teknologi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana, Dr. Ir. Machsus mengatakan, potensi kelautan Indonesia sangat besar sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Indonesia merupakan negara kepulauan. Sumber daya kelautan yang ada di dalamnya itulah yang perlu kita eksplorasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa ini,” ujar Machsus.

Ia menjelaskan, ITS memiliki sejarah panjang dalam pengembangan bidang kelautan dan kemaritiman. Perguruan tinggi tersebut, lanjutnya, sejak awal mendapat amanat untuk memberikan perhatian terhadap sektor kemaritiman.

“Untuk itu perlu kolaborasi bersama, bagaimana ke depan bisa mengawal kemajuan kemaritiman di Indonesia ini. Sehingga segala potensi yang ada bisa kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa, terutama untuk kemakmuran Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PW IKA ITS Jawa Timur, Eri Cahyadi menegaskan, peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi teknologi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Menurutnya, berbagai inovasi sederhana dapat memberikan dampak terhadap produktivitas masyarakat pesisir. Salah satunya teknologi pengering ikan dan penerangan yang dapat membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan.

“IKA ITS harus hadir memberikan pendampingan dan memanfaatkan keunggulan teknologi untuk membantu wilayah-wilayah di Jawa Timur,” kata Eri yang juga Wali Kota Surabaya.

Ia menilai, kolaborasi antardaerah dengan perguruan tinggi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, kerja sama dengan ITS memiliki relevansi kuat dengan kondisi Banyuwangi yang mempunyai potensi maritim cukup besar. Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer dengan sumber daya perikanan yang potensial untuk terus dikembangkan.

“Bagi Banyuwangi, ini menjadi nilai tambah untuk menggandeng ITS, terutama dalam pengembangan sektor perikanan,” ujar Bupati puk.

Ia mengungkapkan, sebagian nelayan di Banyuwangi masih menjalankan aktivitas dengan pola tradisional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya dukungan teknologi, riset, pengolahan, hingga hilirisasi hasil perikanan.

Bupati Ipuk berharap, kerja sama tersebut dapat menghasilkan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah produk perikanan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini berdampak pada peningkatan produk perikanan. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia juga bisa dikolaborasikan,” katanya.

Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut turut dirangkai dengan forum strategis nasional. Forum menghadirkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nasional (Persero) Kharisma Febriansyah, serta sejumlah profesor dari ITS sebagai pemateri.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap potensi maritim dan perikanan daerah dapat dikembangkan lebih optimal melalui dukungan teknologi, riset, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup