Ditopang Ajang F1, Malaysia Optimistis Ekonomi Semester II 2026 Tetap Solid
M-Radar News, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia optimistis kinerja ekonomi pada Semester II 2026 tetap solid, salah satunya didorong oleh kembali digelarnya balapan Formula 1 (F1) di Sirkuit Internasional Sepang (SIC). Menteri Perekonomian Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir menilai ajang tersebut akan berdampak positif pada sektor pariwisata.
Akmal mengatakan, acara besar seperti F1 yang menarik pengunjung asing akan memberikan kontribusi melalui pengeluaran mereka di Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga meminta agar penyelenggaraan balapan ini menguntungkan para pelaku usaha kecil.
Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang kuat turut menjadi dasar optimisme. Berdasarkan data Department of Statistics Malaysia (DOSM), ekonomi tumbuh 5,8 persen pada kuartal II 2026 dan 5,4 persen pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut didorong kinerja kuat sektor jasa dan manufaktur.
Akmal optimistis pertumbuhan semester kedua tetap kuat sesuai proyeksi Bank Negara Malaysia yang memperkirakan pertumbuhan 4,0 hingga 5,0 persen untuk 2026.
Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap isu geopolitik, terutama ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan minyak. Intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan minyak hingga akhir tahun menjadi faktor kunci.
Presiden Asosiasi Peritel Malaysia, Datuk Andrew Lim Tatt Keong, menyambut baik penyelenggaraan F1. Menurutnya, belanja di sektor ritel serta makanan dan minuman, khususnya UKM, dapat meningkat seiring lonjakan wisatawan.
Ia juga mendorong pelaku usaha mengambil peluang dengan menawarkan pengalaman khas Malaysia, promosi bertema balapan, produk eksklusif, dan layanan lainnya.
F1 di SIC dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 setelah mendapat konfirmasi resmi dari Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) mengenai kembalinya Malaysia ke kalender F1.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












