Konsumen Berharap Harga Bawang Merah Kembali Normal
M-Radar News, Bintuhan – Harga bawang merah di Pasar Inpres Bintuhan mulai turun setelah sebelumnya melonjak. Konsumen berharap harga bawang merah kembali normal di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Pedagang bawang, Nipirisda, mengatakan harga bawang merah saat ini Rp40.000 per kilogram. Angka itu turun dari Rp45.000 per kilogram yang bertahan beberapa pekan terakhir. “Bawang merah sekarang Rp40.000 per kilogramnya. Ini sudah terjadi dalam 3 hari terakhir,” ujarnya kepada RRI, Rabu 22 Juli 2026.
Penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari sentra produksi bawang. Stok bawang merah di pasar menjadi lebih melimpah sehingga harga perlahan turun.
Meski demikian, harga bawang putih masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram. Harga itu tidak berubah sejak akhir Juni 2026. Nipirisda menyebut dalam dua bulan terakhir harga bawang putih memang cenderung stabil. “Nah kalau bawang putih harganya masih sama seperti kemaren-kemaren ya. Satu kilogramnya itu sekarang Rp40.000,” katanya.
Seorang konsumen, Siti, menyambut baik turunnya harga bawang merah. Namun, ia menganggap harga saat ini masih tergolong tinggi. Menurut Siti, harga normal bawang merah seharusnya berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. “Iya kemaren saya tanya sama pedagang di Pasar Inpres Rp40.000 harga bawang merah, turun dikit harganya. Kalau saya sih berharapnya bisa normal lagi harga bawang merah itu di harga 30 ribuan,” ujarnya.
Siti berharap harga bawang merah dan bawang putih bisa kembali normal segera. Pasokan yang lancar diharapkan terus berlanjut agar harga tidak kembali naik.
Penurunan harga bawang merah ini memberi sedikit kelegaan bagi konsumen yang selama ini mengeluhkan harga tinggi. Namun, mereka masih menunggu penurunan lebih lanjut agar daya beli pulih.
Sementara itu, para pedagang berharap pasokan tetap stabil sehingga harga tidak berfluktuasi tajam. Mereka juga mengingatkan bahwa harga bawang putih yang stagnan perlu diwaspadai karena bisa naik jika pasokan terganggu.
Kondisi pasar di Bintuhan ini mencerminkan dinamika harga pangan yang kerap dipengaruhi musim dan distribusi. Konsumen dan pedagang sama-sama berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga melalui kebijakan yang tepat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












