KPR Tenor 40 Tahun Disiapkan, Cicilan Rumah Bisa Lebih Terjangkau

KPR Tenor 40 Tahun Disiapkan, Cicilan Rumah Bisa Lebih Terjangkau

M-Radar News – Pemerintah dan perbankan tengah menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun yang bertujuan meringankan cicilan bulanan bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Skema ini diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah dengan cicilan yang lebih terjangkau.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, menyatakan bahwa dengan tenor 40 tahun, cicilan KPR subsidi diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan. Besaran cicilan ini jauh lebih ringan dibandingkan tenor yang lebih pendek dan dapat membantu masyarakat yang sebelumnya belum memenuhi syarat perbankan atau masuk dalam kelompok desil 4-5 untuk memiliki rumah.

Selain tenor yang diperpanjang, sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bersama Danantara Indonesia juga menawarkan KPR dengan bunga mulai dari 2,75 persen per tahun dan tenor hingga 30 tahun dalam pameran Danantara Housing Expo 2026. Skema ini memberikan opsi cicilan yang lebih ringan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Perpanjangan tenor KPR tidak hanya menekan cicilan awal, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan kemampuan finansialnya. Nixon menjelaskan, strategi ini memungkinkan orang yang tadinya tidak bankable menjadi bankable dengan cara memanjangkan tenor dan memberikan bunga lebih ringan pada periode awal. Setelah beberapa tahun, diharapkan pendapatan meningkat sehingga mampu menyesuaikan cicilan normal seiring waktu.

Simulasi cicilan juga penting dilakukan agar calon debitur memahami perubahan cicilan yang mungkin terjadi setelah masa bunga tetap (fixed rate) berakhir. Sebagai contoh, untuk rumah seharga Rp500 juta dengan uang muka Rp100 juta dan bunga tetap 6 persen selama tiga tahun pada tenor 15 tahun, cicilan bulanan berada di kisaran Rp3,38 juta. Namun, setelah masa fixed rate berakhir, bunga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dengan skema capped rate atau floating rate yang bisa menaikkan cicilan.

Skema tenor panjang ini juga dinilai relevan bagi generasi muda yang menghadapi tantangan keterjangkauan harga rumah dan kemampuan membayar cicilan. Dengan tenor yang lebih panjang dan bunga yang lebih ringan di awal, masyarakat dapat memiliki rumah lebih cepat dan menyesuaikan beban cicilan sesuai kemampuan pendapatan mereka di masa mendatang.

Selain pembiayaan, BTN juga mendorong pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik untuk mendukung efisiensi biaya mobilitas penghuninya. Salah satu contohnya adalah pengembangan hunian di kawasan Manggarai, Jakarta, yang terhubung langsung dengan stasiun kereta.

Secara umum, besaran cicilan KPR dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu harga rumah, uang muka, suku bunga, tenor, dan jenis KPR yang dipilih. Tenor yang lebih panjang memang membuat cicilan bulanan lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan selama masa pinjaman cenderung lebih besar. Oleh karena itu, calon pembeli rumah perlu mempertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang sebelum memilih tenor kredit.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup