Penggunaan QRIS Masif, Ini Kata Calon Gubernur BI soal Nasib Uang Tunai
M-Radar News – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa meskipun penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS terus meningkat pesat, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai tetap akan ada. Destry menjelaskan bahwa BI akan terus mendorong pengembangan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif untuk mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Transaksi menggunakan QRIS menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan data per Juli 2025 mencatat kenaikan sebesar 82,4%. Pengguna QRIS mencapai 67,5 juta dan merchant sebanyak 45,5 juta, di mana sekitar 96,7% dari merchant tersebut adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini mencerminkan peran penting QRIS dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Destry juga menekankan bahwa BI akan memastikan ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga keberadaan uang tunai tetap terjaga. Selain itu, perlindungan konsumen, pencegahan penipuan, dan mitigasi risiko serangan siber menjadi prioritas Bank Indonesia dalam mengelola sistem pembayaran digital.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital, BI juga mempercepat kebijakan pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas) untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan dan meningkatkan ketahanan pasar keuangan domestik.
Bank Indonesia terus mengembangkan layanan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS yang kini dapat digunakan untuk transaksi antarnegara di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Selain itu, BI-Fast, infrastruktur pembayaran ritel nasional, memungkinkan transfer antarbank dengan biaya rendah Rp 2.500 per transaksi dan proses hampir real time.
BI juga berpartisipasi dalam proyek Nexus yang menghubungkan sistem pembayaran nasional dengan jaringan pembayaran negara lain untuk mempermudah transaksi lintas negara.
Di wilayah Sulawesi Selatan, penggunaan QRIS juga mengalami lonjakan signifikan dengan 1,5 juta pengguna dan merchant. Bank Indonesia setempat terus mendorong pemanfaatan QRIS yang semakin luas dan aman, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat agar transaksi digital dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.
Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran akan memberlakukan kebijakan pembebasan biaya transaksi atau Merchant Discount Rate (MDR) 0% untuk transaksi QRIS hingga nominal Rp 100.000. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban UMKM dan mendorong peningkatan transaksi digital yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Penggunaan QRIS yang masif tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka pintu masuk bagi UMKM ke ekosistem keuangan digital, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat akses pembiayaan usaha.
Bank Indonesia terus memperkuat ekosistem inovasi digital melalui berbagai program, seperti Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), yang menghubungkan berbagai pihak untuk menciptakan solusi digital yang relevan bagi sektor riil termasuk UMKM.
Dengan berbagai upaya tersebut, penggunaan QRIS di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dan berperan penting dalam mendukung transformasi ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












