Banten Lepas Komoditas Unggulan Rp40,8 Miliar, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Banten Lepas Komoditas Unggulan Rp40,8 Miliar, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global. Foto: ilustrasi

M-Radar News, Banten – Pemprov Banten, terus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelepasan komoditas unggulan Banten, senilai Rp40,8 miliar dalam acara Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Kota Tangerang.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, potensi komoditas pertanian, perikanan, peternakan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banten cukup besar untuk dikembangkan menjadi komoditas berorientasi ekspor.

Namun, menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk. “Pelaku usaha juga perlu memastikan produknya memenuhi standar, sertifikasi, serta ketentuan negara tujuan ekspor,” kata Andra dikutib bantennews, Minggu (23/8/2026).

Produk Lokal Harus Memenuhi Standar Global

Andra menegaskan, kapasitas produksi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan produk lokal menembus pasar internasional.

Konsistensi kualitas, kemasan, legalitas, hingga sertifikasi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pelaku usaha.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Banten menyediakan Klinik Ekspor sebagai fasilitas pendampingan bagi pelaku UMKM. Fasilitas ini membantu pelaku usaha memahami berbagai persyaratan perdagangan internasional sekaligus membuka akses terhadap jejaring pasar ekspor.

Selain Klinik Ekspor, Bazar UMKM Orientasi Ekspor menjadi sarana untuk mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli dari pasar yang lebih luas.

Karantina Dorong Akselerasi Ekspor

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding mengatakan, lembaga karantina memiliki peran tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dan akselerator ekspor.

”Pelaku usaha diberikan pendampingan mengenai standar, dan persyaratan negara tujuan agar produk yang dikirim mampu memenuhi ketentuan pasar internasional,” tuturnya.

Menurut Abdul Kadir, konsistensi mutu menjadi salah satu tantangan yang harus diperhatikan pelaku usaha. Pemeriksaan tidak hanya mencakup kualitas dan kesehatan produk, tetapi juga proses produksi, perlakuan terhadap komoditas, hingga lokasi pengolahan.

Ekspor Komoditas Banten Terus Tumbuh

Kepala BKHIT Banten, Dumasari Margaretha menyampaikan, bahwa pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas dari Banten.

Ekspor komoditas hewan tercatat meningkat 21 persen, sementara komoditas ikan mengalami lonjakan 279 persen. Adapun ekspor komoditas tumbuhan tumbuh 25,4 persen.

Komoditas tersebut sebagian besar dipasarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Beragam produk unggulan Banten juga ditampilkan dalam Mini Expo Ekspor BKHIT Banten. Produk yang dipamerkan antara lain hasil pertanian segar, tanaman hias, komoditas aquarium, kerajinan berbahan kulit, hingga produk olahan sarang burung walet.

Produk peternakan dan perikanan seperti burung lovebird, ikan mas sinyonya, dan kelinci turut diperkenalkan sebagai bagian dari potensi komoditas ekspor Banten.

Pemprov Banten Perkuat Sinergi

Lebih lanjut, Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten, akan memperkuat sinergi dengan Badan Karantina Indonesia untuk membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi.

Sinergi tersebut mencakup penguatan produksi, peningkatan kualitas, pemenuhan standar, hingga perluasan akses pasar internasional.

“Pemprov Banten akan terus mendorong UMKM untuk naik kelas,” ujar Andra.

Dengan penguatan pendampingan dan pemenuhan standar ekspor, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM dan produsen komoditas lokal Banten mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pasar hingga mancanegara.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup