Begini Cara Korut Meraup Cuan dari Perang Rusia-Ukraina
M-Radar News – Perang Rusia-Ukraina memberikan keuntungan ekonomi besar bagi Korea Utara (Korut), yang diperkirakan meraup pendapatan luar negeri hingga 22 miliar dolar AS sepanjang 2022-2025. Sebagian besar pendapatan ini berasal dari sektor militer, termasuk penjualan amunisi dan pengiriman pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik tersebut.
Korea Utara memasok sekitar separuh kebutuhan peluru artileri kaliber 122 mm dan 152 mm yang digunakan Rusia di garis depan. Selain amunisi, Pyongyang juga mengirimkan personel militer, dengan estimasi hingga 50.000 tentara Korut dikerahkan di wilayah Rusia, khususnya di area Kursk.
Pendapatan dari sektor militer ini mencapai 14 miliar dolar AS, sementara sisanya berasal dari perdagangan dengan China, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, ekspor, dan aktivitas siber ilegal.
Transaksi pembayaran sebagian besar dilakukan melalui barter, di mana Rusia memberikan minyak, produk pangan, dan teknologi militer kepada Korut.
Kerja sama ini memperkuat pasokan energi dan bahan pokok bagi Pyongyang, sekaligus mempercepat pengembangan senjata militer Korea Utara, termasuk peluncuran kapal perusak berbobot 5.000 ton dan berbagai sistem senjata modern.
Dampak finansial dari perang ini terlihat dalam perubahan signifikan di ibu kota Pyongyang. Penerangan kota meningkat drastis, penggunaan kendaraan listrik asal China meluas, dan sistem pembayaran digital berbasis kode QR mulai diterapkan.
Selain itu, pembangunan hunian baru, rumah sakit besar, kompleks rumah kaca, dan resor pantai yang mampu menampung ribuan tamu menunjukkan kemajuan infrastruktur yang mencolok.
Meski pembangunan dan pertumbuhan ekonomi korut mengalami peningkatan, warga masih menghadapi tantangan seperti inflasi, lemahnya nilai mata uang lokal, serta keterbatasan infrastruktur dan listrik di luar pusat kota.
Namun, kemajuan ini memperkuat posisi diplomasi dan militer Korut di kancah internasional, ditandai dengan kunjungan pemimpin Rusia, China, dan Belarus ke Pyongyang.
Peran Korut dalam perang Rusia-Ukraina tidak hanya berdampak ekonomi, tapi juga menambah pengaruh politik rezim Kim Jong Un. Dukungan militer yang besar dan aliran dana signifikan mendorong ekspansi ekonomi yang diperkirakan tumbuh 3,5 persen pada 2025, menjadi tahun ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan positif.
Selain itu, aktivitas siber Korut dalam peretasan mata uang kripto global juga menjadi sumber pendanaan ilegal yang signifikan.
Secara keseluruhan, keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina menunjukkan bagaimana konflik regional dapat menjadi sumber keuntungan ekonomi sekaligus memperkuat posisi politik dan militer sebuah negara di tengah sanksi internasional yang ketat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












