Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau Fasilitas Sampah di Bali: Jangan Kendur Pilah Sampah dan Akhiri Open Dumping

Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster meninjau pengelolaan sampah di TPA Suwung, TPST Tahura I–II, TPST Kertalangu, hingga TOSS Center Kusamba dan Embung Tukad Unda, Jumat (17/04/2026). Foto: dok/hum

M-RADARNEWS.COM, BALI – Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster meninjau pengelolaan sampah di TPA Suwung, TPST Tahura I–II, TPST Kertalangu, hingga TOSS Center Kusamba dan Embung Tukad Unda, Jumat (17/04/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemilahan sampah dan penghentian praktik open dumping di seluruh Bali.

Di TPA Suwung dan TPST Tahura, Menteri Hanif didampingi Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara memantau proses pemilahan sampah organik dan anorganik. Ia mengapresiasi Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung yang telah mampu memilah lebih dari 50 persen sampah dalam satu bulan terakhir.

“Semangat ini tidak boleh kendur. Kapasitas TPST Tahura I harus ditingkatkan menjadi 200 ton per hari dan Tahura II menjadi 100 ton per hari. Peralatannya sudah datang dan akhir Juli harus tuntas,” kata Menteri Hanif.

Ia juga meminta peningkatan kapasitas TPS3R di kawasan Denpasar-Badung agar pengelolaan sampah di tingkat hulu berjalan lebih optimal.

Terkait kepatuhan masyarakat, Menteri Hanif menekankan perlunya penegakan Tipiring bagi pelanggar pemilahan sampah. Ia meminta dukungan Pangdam IX/Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali, dan Kasi Intel untuk memperkuat pelaksanaan aturan tersebut.

“Tidak adil bagi masyarakat yang sudah memilah jika tidak ada perlindungan hukum ketika masih ada yang melanggar,” tegasnya.

Menteri Hanif juga meminta Gubernur Koster memanggil seluruh Bupati/Wali Kota se-Bali untuk mengakhiri praktik open dumping. “Ini upaya bersama. Kami menggunakan kewenangan Undang-Undang untuk memaksa seluruh daerah menghentikan open dumping di seluruh tanah air,” ujarnya.

Usai dari Denpasar, rombongan bertolak ke Klungkung, untuk meninjau TOSS Center di Desa Kusamba dan pengolahan sampah organik di Embung Tukad Unda. Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana menyampaikan bahwa pupuk organik hasil olahan TOSS Center telah dibagikan gratis kepada petani.

Namun, Menteri Hanif menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian selatan TOSS Center. “Ini harus segera ditangani. Kawasan TOSS jangan sampai menjadi open dumping. Pemilahan di hulu jauh lebih murah dan efisien,” tegasnya.

Menteri Hanif menargetkan seluruh daerah di Bali menghentikan open dumping pada Agustus 2026. “Bali harus tuntas mengakhiri open dumping paling lambat Agustus,” pungkasnya. (yd/hm)

Tutup