Pemdes Jetiswetan Bangun Taman untuk Tempat Rekreasi dan Arena Kuliner Warga
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Semakin banyak jumlah desa di wilayah Kabupaten Klaten yang membangun taman sebagai tempat bermain dan arena kuliner bagi warga. Hal itu tak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan taraf perekonomian warga dan memanfaatkan potensi wilayah desa.
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Jetiswetan, Pedan ini misalnya, kini mulai merintis taman desa dengan sebutan “Simpang Lima Jaya Sakti”, karena letaknya yang strategis di pinggir jalan raya berada pada simpang lima arah jalan Karangdowo-Pedan dengan nuansa pedesaan.
Lahan seluas 500 M2 dengan anggaran Dana Desa secara berkala dan bertahap disulap menjadi taman indah dengan pepohonan teduh, bunga-bunga bermekaran dan lampu penerangan. Beberapa bangunan kios-kios permanen disiapkan untuk kebutuhan operasional kantor maupun tempat aktifitas jual beli seperti dipasar.
Kepala Desa Jetiswetan Agus Sunarto, ST., menjelaskan, taman dibuat untuk memenuhi kebutuhan warga sebagai tempat bermain muda-mudi, anak-anak dan keluarga secara gratis. Agar pengunjung merasa betah dan nyaman taman terus berbenah dengan berbagai fasilitas seperti jaringangan internet, arena permainan dan tempat kuliner pada malam hari.
“Ke depan akan dibangun panggung hiburan dan arena permainan anak seperti bola dunia, plosotan dan lain-lain”, kata Agus dikantor desa, Senin (05/10/2020)
Lanjut Agus mengatakan, taman dibuat dan dikembangkan untuk memberi peluang ekonomi warga sekitar lokasi yang selama ini tidak produktif dimasa pandemi Covid-19, sehingga dengan adanya taman desa tersebut warga bisa meningkatan penghasilan dengan membuka lapak makanan dan minuman seperti soto, sate, gule dengan harga terjangkau.
“Pemdes memperhatikan kebutuhan warga, dengan merintis taman desa membuat taman selalu ramai pengunjung dan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dapat membuka lapak dagangan sebagai pekerjaan mereka,” tandasnya.
Sumarti, salah seorang penjual makanan minuman di lokasi merasa senang bisa menjual makanan khas desa seperti; soto, pence lele serta aneka minuman hangat.
“Saya dan warga lain merasa senang bisa menjual makanan dan minuman segar hangat bagi pengunjung taman. Terlebih pada malam Minggu pengunjung ramai, dagangan kami bisa habis,” katanya.
Disamping itu, Pemerintah Desa Jetiswetan terus berupaya memberdayakan potensi desa. Saat ini pemdes masih membuka peluang bagi investor yang menanamkan modal untuk arena kuliner dan rekreasi keluarga di Taman Simpang Lima Jaya Sakti Jetiswetan-Pedan.
“Wabah Corona belum mereda, kami terus melakukan himbauan kepada warga serta pengunjung taman untuk menerapkan protokol kesehatan biar semuanya bisa aman,” pungkas Agus Sunarto. (Dan)








