Bangka Selatan Alami Tingkat Kekeringan Lebih Tinggi
M-Radar News, BMKG Pangkalpinang menyebut Bangka Selatan sebagai daerah dengan tingkat kekeringan relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan curah hujan yang signifikan dalam sepekan terakhir.
Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, menjelaskan bahwa Pulau Belitung masih relatif lebih basah karena belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Sementara itu, beberapa wilayah di Pulau Bangka mulai mengalami penurunan curah hujan.
Menurutnya, kekeringan yang berlangsung lebih dari sepekan mulai berdampak terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah. “Bahkan saat ini beberapa kawasan telah mengalami kesulitan memperoleh sumber air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Nino. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan apabila masyarakat tidak melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Perlu untuk menyiapkan sumber air alternatif, menghemat penggunaan air, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi sebagai upaya menghadapi musim kemarau,” jelas Slamet.
Masyarakat di Bangka Selatan diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi, seperti menampung air hujan dan mengurangi penggunaan air yang tidak perlu. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat menyediakan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak lebih lanjut dari kekeringan ini. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












