Pabrik Kaleng Baru Pangkas Ketergantungan Impor di Banyuwangi

Pabrik Kaleng Baru Pangkas Ketergantungan Impor di Banyuwangi

M-Radar News, Banyuwangi – Industri pengolahan hasil laut di Banyuwangi memasuki babak baru dengan beroperasinya pabrik kemasan kaleng PT Sunrise Masami Internasional di Kecamatan Muncar, Jumat (3/7/2026). Pabrik berinvestasi sekitar Rp200 miliar ini diproyeksikan mengurangi ketergantungan impor kaleng dan meningkatkan daya saing industri pengolahan ikan nasional.

Peresmian pabrik dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Pabrik hasil kolaborasi investor Indonesia dan Tiongkok ini memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau setara 600 juta kaleng per tahun.

Direktur Marketing PT Pacific Harvest Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan sebelum pabrik tersebut berdiri hampir seluruh kebutuhan kaleng untuk industri pengolahan makanan masih didatangkan dari luar negeri.

“Dulu hampir 90 sampai 100 persen kaleng kami masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Banyuwangi sehingga biaya bisa lebih efisien sekitar 10 hingga 15 persen,” ujar Sherly, Jumat 3 Juli 2026.

Menurutnya, biaya kemasan menyumbang sekitar 35 persen dari total biaya produksi makanan kaleng. Dengan produksi lokal, perusahaan dapat menekan biaya sekaligus mempercepat rantai pasok industri pengolahan hasil laut.

Selain memenuhi kebutuhan PT Pacific Harvest Indonesia, pabrik tersebut juga akan memasok kemasan bagi industri makanan lainnya, termasuk membuka peluang ekspor produk kemasan kaleng ke berbagai negara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut hadirnya investasi tersebut. Menurutnya, industri pengolahan yang tumbuh di Banyuwangi tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memperkuat sektor hilirisasi hasil perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah.

“Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Pabrik PT Sunrise Masami Internasional diperkirakan menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Kehadirannya diharapkan memperkuat ekosistem industri pengolahan hasil laut di Banyuwangi yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi perikanan terbesar di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup