Properti-Investasi Kawasan Transit, Jalan MRT Jakarta Jemput Kemandirian
M-Radar News, Jakarta – MRT Jakarta, tengah memperluas peran stasiun MRT tidak hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi melalui pengembangan properti kawasan transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Inisiatif ini bertujuan memperkuat kemandirian finansial perusahaan dengan meningkatkan pendapatan di luar tiket atau non-farebox.
Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit
Division Head Property Management Division MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto menjelaskan, bahwa pengelolaan properti MRT kini bergerak dari sekadar mengelola aset bangunan menjadi menciptakan ruang hidup yang mendukung aktivitas masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan kota secara keseluruhan.
MRT Jakarta saat ini mengelola dua aset utama, yaitu Blok M Hub dan Transport Hub Dukuh Atas, dengan karakteristik berbeda. Blok M Hub fokus pada gaya hidup, komunitas, dan komersial, sedangkan Transport Hub Dukuh Atas berfungsi sebagai simpul mobilitas dan aktivitas urban dengan fasilitas mixed-use seperti perkantoran, kampus, hotel, pujasera, dan pemberhentian Transjakarta.
Memperbesar Sumber Pendapatan Non-Farebox
Saat ini, pendapatan non-farebox berkontribusi sekitar 30 persen dari total pendapatan MRT Jakarta, dengan sebagian signifikan berasal dari luar stasiun.
Salah satu sumber pendapatan non-tiket terbesar adalah hak penamaan (naming rights), di mana beberapa stasiun dan kawasan TOD telah bekerja sama dengan korporasi ternama seperti GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk Blok M Hub.
Bimo menyatakan, bahwa pengembangan pendapatan non-farebox diharapkan menjadi tulang punggung keuangan MRT Jakarta, yang saat ini masih sebagian didukung subsidi pemerintah.
Contoh terbaik yang menjadi inspirasi adalah MTR Corporation Hong Kong, yang mampu menghasilkan lebih dari 50 persen pendapatannya dari bisnis properti dan mixed-use di atas stasiun MRT mereka.
Strategi dan Peluang Investasi
MRT Jakarta fokus mengembangkan kawasan TOD di sekitar stasiun, termasuk rencana perpanjangan rute MRT di fase berikutnya.
Beberapa proyek TOD yang direncanakan meliputi Stasiun Kota Tua dengan fasilitas heritage dan mixed-use, revitalisasi Blok M Hub, Pedestrian Deck Dukuh Atas, dan Lebak Bulus Park Ride.
Perusahaan aktif mencari mitra dan investor, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Hong Kong, untuk memperluas pengembangan kawasan TOD sekaligus mendapatkan transfer teknologi dan ide inovatif dalam pengelolaan kawasan transit.
Forum investasi internasional seperti TOD Investment Forum 2026 di Singapura menjadi ajang untuk menarik investasi dan kerja sama strategis.
Inovasi dan Pengelolaan Lingkungan
Selain pengembangan properti, MRT Jakarta juga mencari mitra untuk mengelola sampah kawasan TOD, termasuk pemilahan dan pengolahan sampah plastik serta limbah minyak jelantah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, MRT Jakarta tidak hanya meningkatkan kualitas transportasi publik, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi dan sosial di sekitarnya, sekaligus memperbesar ceruk pendapatan untuk mendukung kemandirian perusahaan di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












