Tarmizi Fokus Benahi Pertanian, Irigasi Lhok Guci Jadi Prioritas

Tarmizi Fokus Benahi Pertanian, Irigasi Lhok Guci Jadi Prioritas

M-Radar News, Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, memimpin Rapat Koordinasi Teknis Bidang Pertanian di Aula Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Senin (13/7/2026). Rakor perdana ini membahas strategi penguatan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah karena mayoritas masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada bidang tersebut.

Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Aceh Barat. Ia menyebut peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi fokus utama seluruh program pembangunan pemerintah daerah.

“Oleh karena itu, hari ini di Aceh Barat, umumnya masyarakat kita adalah petani. Berbicara kesejahteraan, maka petani yang harus disejahterakan terlebih dahulu. Sejahtera petani, maju Aceh Barat,” kata Tarmizi dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut Tarmizi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini memberikan perhatian besar terhadap pengembangan jaringan Irigasi Lhok Guci. Kawasan tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 12 ribu hektare lahan pertanian sehingga akan berdampak besar terhadap peningkatan produksi pangan.

Ia optimistis pengembangan irigasi tersebut akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Kalau petaninya maju, maka perputaran uang di Kota Meulaboh bisa mencapai Rp1,5 triliun. Itu luar biasa, sehingga pembangunan Irigasi Lhok Guci menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan penyuluh pertanian yang dinilai sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, penyuluh harus aktif mendampingi petani dan memastikan seluruh program pemerintah berjalan hingga ke lapangan.

Tarmizi mengingatkan bahwa kinerja penyuluh akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah setiap tahun. “Saya berharap penyuluh benar-benar menjadi harapan petani. Bekerjalah bersama pemerintah daerah agar target pembangunan pertanian bisa tercapai,” katanya.

Dalam rakor tersebut, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan kepada kelompok tani. Langkah itu dilakukan agar seluruh aset pemerintah benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia mengaku menerima sejumlah laporan terkait dugaan penyalahgunaan hingga penjualan alsintan oleh oknum tertentu. Karena itu, pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap penggunaan aset negara tersebut.

“Semua alsintan harus didata kembali. Kalau ada yang memperjualbelikan atau menyalahgunakan bantuan pemerintah, tentu akan berhadapan dengan proses hukum. Ini tidak bisa dibiarkan karena bantuan tersebut merupakan aset negara untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Tarmizi dalam pernyataan tertulisnya.

Lebih lanjut, Tarmizi mengatakan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas mengharuskan pemerintah memaksimalkan sektor-sektor produktif yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Pertanian dinilai menjadi sektor paling strategis karena memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat Aceh Barat.

Ia menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata dia, akan terus mengawal berbagai program strategis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.

“Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki. Pertanian adalah sektor paling strategis karena mayoritas masyarakat Aceh Barat adalah petani. Jika petani sejahtera, maka ekonomi daerah juga akan tumbuh,” pungkas Tarmizi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup