Temui Komisaris PLN Andi Arief, Wabup Muzamil Paparkan Kondisi Listrik di Meranti
M-Radar News, Jakarta – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menemui Komisaris Independen PT PLN (Persero), Andi Arief, di Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026. Pertemuan ini membahas kondisi kelistrikan di Kepulauan Meranti yang masih bergantung pada pembangkit diesel.
Dalam pertemuan tersebut, Muzamil menagih kelanjutan pembangunan jaringan interkoneksi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang direncanakan melintasi Kabupaten Kepulauan Meranti. Proyek ini dianggap kunci untuk mengakhiri isolasi sistem kelistrikan di wilayah kepulauan.
Selain itu, Wabup Muzamil memaparkan laporan komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan. Ia membeberkan tantangan operasional yang dihadapi oleh enam Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang saat ini menjadi tulang punggung pemenuhan daya di Kepulauan Meranti.
Keterbatasan daya dan tingginya biaya operasional PLTD menjadi alasan kuat mengapa percepatan interkoneksi SUTT tidak bisa ditunda lagi. Muzamil menekankan urgensi pembangunan infrastruktur tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi laporan dan urgensi yang disampaikan, Andi Arief memberikan respons positif. Ia menegaskan komitmen penuh korporasi dan pemerintah pusat terhadap pemenuhan keadilan kelistrikan, khususnya bagi daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
“Pemerintah Pusat melalui PLN tetap memegang komitmen kuat terkait pemenuhan dan pemerataan keadilan kelistrikan, khususnya bagi daerah-daerah 3T seperti Kepulauan Meranti. Aspirasi ini menjadi catatan penting untuk segera dievaluasi dan dikawal progresnya,” ujar Andi Arief.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik terang bagi percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kepulauan Meranti. Dengan adanya interkoneksi SUTT, krisis energi dapat teratasi dan mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih pesat.
Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah tertinggal di Indonesia yang masih mengalami defisit listrik. Saat ini, enam PLTD yang beroperasi di sana hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan listrik masyarakat. Biaya operasional yang tinggi juga menjadi beban bagi pemerintah daerah.
Proyek interkoneksi SUTT diharapkan dapat menghubungkan sistem kelistrikan Meranti dengan jaringan utama Sumatera, sehingga pasokan listrik menjadi lebih stabil dan murah. Pemerintah pusat melalui PLN telah memasukkan proyek ini dalam rencana pembangunan jangka menengah.
Meski demikian, pembangunan SUTT masih terkendala pembebasan lahan dan pendanaan. Wabup Muzamil berharap pertemuannya dengan Andi Arief dapat mempercepat penyelesaian kendala tersebut.
Sementara itu, Andi Arief menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan melakukan evaluasi internal di PLN. Ia juga berjanji akan mengawal progres proyek interkoneksi SUTT hingga tuntas.
“Kami akan memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kepulauan Meranti,” tambah Andi Arief.
Dengan adanya komitmen dari PLN, masyarakat Meranti berharap kelistrikan di daerah mereka segera membaik. Pasokan listrik yang andal diyakini akan mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di wilayah kepulauan tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











