AS Ingatkan Hamas Agar Tak Terbangkan Layangan, Israel Ancam Kembali Serang Gaza
M-Radar News – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada Hamas agar menghentikan seluruh aktivitas militer di Gaza, termasuk menerbangkan layangan, menyusul ancaman dari Israel yang siap meningkatkan serangan jika aktivitas tersebut kembali terjadi.
Peringatan ini disampaikan oleh Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengawasi gencatan senjata di wilayah Gaza. Seorang pejabat BoP menegaskan bahwa semua aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk penggunaan layangan, drone, atau balon sebagai alat dalam konflik.
Namun, peringatan tersebut juga mengimbau Israel agar tidak memperluas operasi militer di luar respons terhadap ancaman nyata dan segera, agar gencatan senjata tetap dijaga.
Ancaman Israel disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyatakan kesiapan untuk meningkatkan operasi militer jika Hamas menerbangkan layangan, drone, atau balon yang melintasi perbatasan Gaza menuju wilayah Israel selatan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi bahwa layangan tersebut membawa bahan peledak, meskipun sejumlah media Israel menyebut ada pesan politik yang dibawa.
Respon keras datang dari anggota biro politik Hamas, Basem Naim, yang mengkritik peringatan tersebut sebagai upaya yang tidak masuk akal dan menyerang aktivitas anak-anak yang tidak bersalah, sementara Israel terus melakukan serangan dan penghancuran di wilayah Gaza.
Selain itu, PBB juga mengecam ancaman Israel terhadap anak-anak yang menerbangkan layangan. Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, menyebut tindakan pengusiran terkait aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang keterlaluan dan tidak dapat diterima.
Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober lalu terus berupaya menjaga stabilitas di wilayah Gaza. Namun, Israel diketahui telah memperluas wilayah operasi militernya dan masih melancarkan serangan di wilayah tersebut.
Menurut data dari otoritas kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, sebanyak 1.288 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel, dan angka ini diyakini cukup akurat oleh PBB.
Situasi di Gaza tetap menjadi perhatian internasional, dengan ketegangan yang terus berlangsung dan risiko eskalasi konflik jika peringatan dan ancaman kedua belah pihak tidak diindahkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












