Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa

Wamenlu Arrmanatha Nasir Kecam Kekerasan Israel di Yerusalem Timur dan Al-Aqsa

M-Radar News, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir mengecam keras kekerasan yang dilakukan warga Israel serta pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem yang berlangsung di Amman, Yordania, pada Rabu (13/8/2026).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Aljazair, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Nasir menegaskan, bahwa kekerasan dan pelanggaran tersebut tidak boleh dibiarkan apalagi dinormalisasi. Ia menyoroti pentingnya menjaga status quo Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa sesuai hukum internasional.

Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas respons terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel, termasuk tindakan unilateral seperti pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem yang dianggap bertentangan dengan hukum internasional.

Nasir juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Hashemite Custodianship, yang merupakan pengelolaan tempat-tempat suci di Yerusalem oleh Kerajaan Yordania, serta menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan hukum internasional.

Ia menekankan, bahwa perjuangan Palestina bukan hanya persoalan agama, tetapi merupakan isu kemanusiaan dan hak asasi yang harus didukung oleh komunitas internasional lebih luas.

“Indonesia mengajak seluruh negara yang hadir untuk membangun koalisi besar guna mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Nabyl dalam keterangan pers di Jakarta.

Komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya menjadi salah satu prioritas dalam politik luar negeri negara ini. Pertemuan tingkat menteri tersebut menghasilkan pernyataan bersama yang menegaskan penguatan institusi Palestina di Yerusalem dan menolak segala tindakan sepihak yang dapat merusak proses perdamaian di wilayah tersebut.

Partisipasi Indonesia dalam forum ini menggambarkan ketegasan sikap nasional untuk memperjuangkan hak Palestina sekaligus menegakkan hukum internasional demi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup