Tayyip Erdogan Benjamin Tuding Netanyahu Berupaya Singkirkan Palestina dari Agenda Global
M-Radar News, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berusaha memanfaatkan ketegangan dan konflik baru di kawasan untuk menghapus isu Palestina dari perhatian dunia.
Pernyataan ini disampaikan Erdogan usai pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ankara, pada 12 Agustus 2026, waktu setempat.
Erdogan menegaskan, bahwa pemerintah Netanyahu berusaha mengeluarkan Palestina dari agenda kemanusiaan global dengan memanfaatkan situasi yang tidak stabil di kawasan.
Namun, Erdogan yakin upaya tersebut tidak akan berhasil karena perjuangan Palestina justru semakin kuat dan tumbuh di hati masyarakat dunia.
Turki menunjukkan dukungan kuat kepada Palestina dalam menghadapi berbagai serangan dan provokasi yang menargetkan situs-situs suci seperti Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan Masjid Ibrahimi di Hebron.
Erdogan menegaskan, bahwa isu Palestina akan tetap menjadi prioritas dan Turki akan terus memperjuangkan pendirian negara Palestina yang merdeka.
Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi juga mengingatkan, bahwa tindakan Israel di kawasan berpotensi mendorong Timur Tengah ke dalam konflik yang bernuansa agama.
Pernyataan ini disampaikan dalam forum tingkat menteri yang dihadiri oleh negara-negara Arab dan Muslim untuk mendukung Yerusalem dan situs sucinya.
Dalam pertemuan di Ankara tersebut, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Erdogan membahas perkembangan terbaru di kawasan.
Abbas juga mengumumkan rencana pelaksanaan pemilihan legislatif Palestina pada 28 November 2026, yang akan menjadi pemilihan pertama dalam dua dekade terakhir.
Pemilihan ini diharapkan dapat mempercepat proses rekonsiliasi antara berbagai kelompok politik Palestina.
Presiden Erdogan kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan Palestina dan menolak segala bentuk kebijakan yang dianggap menindas, termasuk tuduhan terhadap pemerintahan Netanyahu yang melakukan kebijakan ekspansionis di wilayah Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










