Jelang Muktamar PBNU, Cak Imin Bongkar Kalau Ada yang Pakai Uang

Jelang Muktamar PBNU, Cak Imin Bongkar Kalau Ada yang Pakai Uang

M-Radar News, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pelaksanaan Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terbebas dari praktik politik uang. Ia menegaskan, NU harus dikembalikan kepada khittahnya dan tidak boleh dikotori oleh kepentingan tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Imin saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, usai menghadiri PKB Run 2026 yang menjadi rangkaian perayaan puncak Harlah ke-28 PKB, pada Minggu (26/7/2026).

“Ya tentu kita serahkan sepenuhnya kepada peserta muktamar. Yang penting, mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU,” kata Imin.

Menurut dia, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu tidak boleh dicemari oleh kepentingan uang maupun perebutan aset. “Karena NU tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan uang terutama perebutan-perebutan aset yang ada. Mari kita kembalikan NU kepada ulama,” ujarnya.

Saat ditanya soal dukungannya terhadap calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar, Imin menegaskan penentuan pemimpin NU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar. Ia tidak menyebut nama calon tertentu, tetapi menekankan bahwa proses harus bersih.

Menjelang Muktamar ke-35 PBNU, sejumlah tokoh telah menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Mereka di antaranya Kiai Zulfa Mustofa, Gus Yusuf Chudlori, Gus Salam Shohib, Gus Kikin, dan Prof Nasaruddin Umar. Nama-nama ini terus bermunculan seiring mendekatnya waktu pelaksanaan muktamar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyampaikan syarat dukungan minimal 99 suara bagi calon Ketua Umum PBNU. Ketentuan itu akan ditetapkan melalui pembahasan tata tertib dalam Muktamar ke-35. Hal ini menjadi salah satu acuan bagi para calon untuk memastikan kesiapan mereka.

Adapun Muktamar ke-35 PBNU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Tempat ini merupakan salah satu pesantren bersejarah yang menjadi pusaran dinamika NU.

Dengan demikian, seruan Cak Imin untuk membersihkan NU dari politik uang menjadi pengingat bagi semua pihak agar muktamar berjalan sesuai khittah. Proses demokrasi internal NU harus dijaga kemurniannya, terutama karena organisasi ini memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut juga mengindikasikan adanya kekhawatiran atas praktik-praktik yang bisa mengotori proses pemilihan. Imin secara tegas mengajak semua elemen NU untuk bersama-sama mengawal transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan muktamar.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari calon-calon Ketua Umum PBNU terkait pernyataan Imin. Namun, publik menantikan komitmen nyata dari para kandidat untuk menjaga marwah organisasi.

Muktamar ke-35 PBNU akan menjadi ajang penting bagi regenerasi kepemimpinan NU. Dengan jumlah peserta yang besar, proses pemilihan harus berjalan demokratis dan bersih dari intervensi materi. Seruan Cak Imin diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh kader dan simpatisan NU untuk berperan aktif dalam mensukseskan muktamar sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup