Merah Muda Fest 2026: Megawati Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Perkuat Karakter Bangsa
M-Radar News, Jakarta – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengajak generasi muda Indonesia, untuk berani berpikir kritis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat karakter bangsa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Megawati melalui video yang ditayangkan di kanal YouTube @PDIPerjuangan dalam puncak acara Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/10/2026).
Megawati menegaskan, Merah Muda Fest 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan ruang perjumpaan bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam menentukan masa depan Indonesia.
“Saya senang melihat semangat dan kreativitas kalian di Lapangan Banteng hari ini. Merah Muda Fest 2026 bukan sekadar festival, ini ruang perjumpaan dan ruang bertukar gagasan bagi generasi muda yang akan menentukan masa depan bangsa,” ujar Megawati.
Ia mengingatkan, generasi muda merupakan kelompok yang kelak menerima tanggung jawab besar dalam melanjutkan perjalanan bangsa. Karena itu, pemuda tidak cukup hanya mengandalkan usia muda, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, bertindak, dan bertanggung jawab.
Menurut Megawati, tema Merah Muda Fest 2026, yakni Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan, mengandung pesan penting tentang persatuan, keberanian, dan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.
Belajar dari Semangat Sumpah Pemuda 1928
Megawati juga mengajak generasi muda memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, dengan memahami kembali sejarah perjuangan bangsa.
Ia menilai, Sumpah Pemuda merupakan keputusan politik yang berani karena lahir ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.
Pada 1928, para pemuda dari berbagai organisasi, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan pemuda kaum Betawi, memilih mengesampingkan perbedaan demi membangun persatuan nasional.
“Mereka sadar, kemerdekaan mustahil diraih apabila bangsa ini terus terpecah belah. Para pemuda tahun 1928 tidak menunggu Indonesia merdeka untuk menjadi satu bangsa. Mereka membangun persatuan agar Indonesia dapat lahir sebagai sebuah bangsa yang merdeka,” tuturnya.
Megawati turut mengingatkan, bahwa Lapangan Banteng memiliki nilai sejarah dalam perjalanan gerakan pemuda Indonesia. Pada masa kolonial, kawasan tersebut dikenal dengan nama Waterlooplein.
Di kawasan itu, Kongres Pemuda II menggelar rapat pertamanya pada malam 27 Oktober 1928, bertempat di gedung yang dalam pernyataannya disebut Katolike Jonge Lingen Bond.
Menurut Megawati, pemahaman terhadap sejarah harus menjadi landasan bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan bangsa.
Ia menegaskan, bahwa kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, melainkan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
Tekankan Penguasaan Teknologi dan Pembangunan Karakter
Lebih lanjut, Megawati berharap semangat Merah Muda Fest tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mendorong generasi muda untuk melahirkan gagasan kreatif, berani mengambil peran, serta memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi terapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menyelesaikan persoalan nyata di tengah rakyat.
Namun, Megawati mengingatkan, bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter dan penguatan jati diri bangsa. “Bapak bangsa mengatakannya adalah nation and character building, itu sangat-sangat harus kita penuhi,” ujarnya.
Ia menilai, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas, berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, serta berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Megawati juga menekankan pentingnya keberanian menyuarakan kebenaran, keteguhan melawan ketidakadilan, serta kepekaan untuk berpihak kepada rakyat, terutama kelompok lemah yang membutuhkan pembelaan.
Menurutnya, kecerdasan harus diimbangi dengan kebijaksanaan, kemajuan teknologi dengan nilai kemanusiaan, serta keberanian bertindak dengan tanggung jawab moral dan etika.
Ia pun mengingatkan generasi muda agar menjadikan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, moral, etika, dan gotong royong sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang kalian kuasai, tetapi juga oleh seberapa kuat karakter kalian,” tegasnya.
Megawati juga mengingatkan, bahwa kepintaran saja tidak cukup apabila tidak disertai keteguhan hati dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.
Menutup pesannya, Megawati mengajak generasi muda untuk terus menjaga sejarah perjuangan bangsa, menyalakan semangat kebangsaan, dan meneruskan cita-cita para pendiri negara.
“Merah berani, muda beraksi, satu nusa, satu bangsa, satu kemanusiaan. Rawat sejarahnya, nyalakan semangatnya, teruskan api perjuangannya,” pungkas Megawati.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















