Nostalgia Pendaki: Foto-Foto Lawas Puncak Gunung Merapi Viral di Media Sosial

Nostalgia Pendaki: Foto-Foto Lawas Puncak Gunung Merapi Viral di Media Sosial

M-Radar News, Ramai di media sosial, para pendaki membagikan foto-foto nostalgia yang memperlihatkan perubahan drastis puncak Gunung Merapi. Foto-foto lawas itu sebagian besar diambil sebelum erupsi 2006, ketika puncak masih runcing dan terdapat kawah mati yang bisa diakses.

Dalam unggahan tersebut, terlihat pendaki berfoto di Puncak Garuda yang kini telah runtuh. Bahkan, ada yang bermain bola di kawah mati Merapi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso membenarkan bahwa foto-foto itu adalah potret puncak Merapi di masa lalu.

“Sebelum 2006 ada Puncak Garuda dan puncaknya terhitung runcing,” kata Agus Budi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).

Perubahan paling mencolok terjadi setelah erupsi 2010. Puncak Garuda runtuh dan terbentuk kawah baru. “Pasca (erupsi) 2010 terbentuk kawah,” ujarnya.

Saat ini, Gunung Merapi berstatus level III atau siaga. Agus Budi menegaskan bahwa status tersebut berarti kawasan puncak termasuk daerah bahaya. “Saat ini kawasan puncak termasuk daerah bahaya karena sewaktu-waktu bisa terjadi erupsi eksplosif,” tegasnya.

Dengan status siaga, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas mengancam sektor selatan-barat daya, yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Oleh karena itu, pendakian ke puncak Merapi sangat tidak disarankan.

Meski demikian, kenangan akan keindahan puncak Merapi yang dulu tetap hidup di hati para pendaki melalui foto-foto yang dibagikan. Mereka mengenang saat-saat bisa berjalan di kawah dan berfoto di Puncak Garuda yang legendaris.

“Foto-foto itu membuat saya bernostalgia. Dulu kami bisa turun ke kawah dan main bola. Sekarang tidak mungkin lagi karena berbahaya,” ujar salah satu pendaki dalam komentar di media sosial.

Agus Budi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan puncak dan selalu mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang. “Keselamatan harus diutamakan,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup