Prabowo Resmi Luncurkan Motor Listrik Nasional dengan Insentif Tukar Tambah Motor Bensin
M-Radar News, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2026. Pemerintah juga mengumumkan pemberian insentif besar untuk mendukung produksi dan penggunaan 1 juta unit motor listrik yang diproduksi dalam negeri oleh perusahaan Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari percepatan elektrifikasi mobilitas rakyat guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor dan memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Prabowo menyatakan bahwa setiap motor listrik buatan anak bangsa yang melaju di jalan merupakan tiga kemenangan sekaligus bagi Indonesia, yakni penghematan biaya bagi rakyat, pengurangan impor energi, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah memperkirakan, pengeluaran pengguna motor listrik akan jauh lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin, bahkan bisa mencapai hanya 30 persen dari biaya saat ini. Kebijakan ini juga mencakup kemungkinan insentif bagi pembeli, seperti penurunan bunga cicilan, penghapusan uang muka kredit, dan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik.
Selain motor listrik, pemerintah tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, meliputi rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, infrastruktur pengisian dan penukaran baterai, pembiayaan, distribusi, serta layanan purna jual. Indonesia hampir memiliki seluruh unsur penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, yang menjadi modal utama dalam membesarkan industri ini.
Pada acara peluncuran, Prabowo juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen nasional untuk mewujudkan kemandirian energi dan penguatan ekonomi. Pemerintah menargetkan produksi massal mobil listrik nasional dapat dimulai pada 2028, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan menciptakan lapangan kerja yang luas.
Dengan ekosistem motor listrik yang kuat, diharapkan Indonesia dapat mengurangi impor BBM yang saat ini mencapai sekitar 28-30 miliar dolar AS per tahun, sekaligus mendorong pertumbuhan industri dan teknologi dalam negeri. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekonomi hijau dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
Pengembangan motor listrik nasional dan insentif yang diberikan diharapkan dapat mempercepat transisi kendaraan bermotor di Indonesia menuju era elektrifikasi, mendukung penghematan ekonomi masyarakat, dan membuka peluang industri baru yang inovatif dan ramah lingkungan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











