Messi Ungkap Alasan Pindah ke Sisi Kanan saat Argentina Bangkit Lawan Mesir

Messi Ungkap Alasan Pindah ke Sisi Kanan saat Argentina Bangkit Lawan Mesir

M-Radar News, Lionel Messi mengungkapkan alasan di balik keputusan taktisnya untuk pindah ke sisi kanan saat Argentina membalikkan keadaan melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu disebutnya sebagai respons terhadap sulitnya ruang di lini tengah.

Dalam wawancara dengan jurnalis Manu Gutiérrez, Messi menjelaskan bahwa ia merasa kesulitan menemukan celah antar lini karena Mesir menumpuk pemain di tengah. Setelah Lautaro Martínez masuk menggantikan pemain lain, Argentina memiliki dua penyerang tengah yaitu Lautaro dan Julián Álvarez.

“Saya melihat situasi di tengah sulit karena mereka mengumpulkan banyak pemain, menambah satu gelandang lagi, dan sulit menemukan ruang di antara garis. Saat Lautaro masuk, dengan dua penyerang tengah, terlalu banyak pemain di tengah. Jadi saya mencoba mencari ruang di sisi sayap, dan saya rasa kami berhasil,” ujar Messi.

Argentina sempat tertinggal 2-0 dari Mesir hingga menit ke-78. Namun gol Cristian Romero pada menit ke-73 memulai kebangkitan, disusul gol Messi pada menit ke-87, dan gol Enzo Fernández di masa injury time memastikan kemenangan 3-2.

Messi juga mengakui bahwa ia gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama. Ini menjadi penalti keduanya yang gagal di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya gagal melawan Austria di fase grup. Total, Messi telah gagal mengeksekusi 4 penalti dari 8 percobaan di Piala Dunia sepanjang kariernya.

Meski demikian, kontribusinya dalam assist dan gol menjadi kunci kemenangan Argentina. Assist ke-63-nya untuk tim nasional tercipta saat ia memberikan umpan kepada Romero untuk gol pertama Argentina.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, sempat melontarkan protes atas kepemimpinan wasit dan menuduh adanya keberpihakan terhadap Argentina dan Messi. Federasi Sepak Bola Mesir bahkan meminta FIFA untuk mengevaluasi kinerja ofisial pertandingan tersebut.

Sementara itu, Argentina bersiap menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 pada 11 Juli 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas City. Swiss lolos setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti.

Argentina diunggulkan untuk memenangkan pertandingan tersebut, dengan Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan 8 gol. Namun performa Argentina yang inkonsisten, seperti hasil imbang 1-1 melawan Cape Verde di laga grup terakhir, menjadi catatan.

Swiss sendiri belum terkalahkan di babak grup dan hanya kebobolan satu gol dari lawan-lawan mereka. Gelandang veteran Granit Xhaka menjadi motor permainan Swiss yang mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.

Pertandingan perempat final ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Argentina, terutama jika Swiss mampu menahan kreativitas lini tengah Argentina yang diisi Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan Rodrigo De Paul.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup