Puluhan ASN di Bali Ikuti Pelatihan Keamanan Digital untuk Pemerintahan Aman
M-Radar News, Denpasar – Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali mengikuti pelatihan keamanan digital secara daring, Kamis (10/10). Kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Keamanan Digital bagi ASN dalam Mendukung Pemerintahan yang Aman dan Terkendali” ini digelar melalui platform Zoom selama 4 jam pelajaran.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Primakara University. Mereka adalah Putri Anugrah Cahya Dewi, dosen sekaligus Wakil Rektor III, dan I Gede Putu Krisna Juliharta, dosen sekaligus Chief Advisory Board Primakara University.
Putri Anugrah Cahya Dewi menyampaikan bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab unit teknologi informasi, melainkan seluruh ASN sebagai pengguna teknologi. “Keamanan digital bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga persoalan perilaku. Satu tindakan yang kurang hati-hati, seperti membuka tautan mencurigakan atau membagikan informasi sensitif, dapat menimbulkan risiko bagi individu maupun organisasi. Karena itu, setiap ASN perlu memiliki kesadaran dan kebiasaan digital yang aman,” ujar Putri.
Sementara itu, I Gede Putu Krisna Juliharta menekankan pentingnya penguatan kapasitas ASN dalam memahami risiko keamanan digital. Hal ini sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Materi pelatihan mencakup kesadaran terhadap ancaman siber, perlindungan data dan informasi, keamanan akun, pengelolaan kata sandi, kewaspadaan terhadap penipuan digital, serta penerapan perilaku aman dalam menggunakan perangkat dan layanan digital.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi dan pembahasan berbagai situasi terkait keamanan digital di lingkungan kerja pemerintahan. Peserta diharapkan mampu mengenali potensi ancaman digital dan menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Kegiatan Pandu Literasi Digital Pemerintahan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti pelatihan secara gratis dan memperoleh sertifikat resmi dari BPSDM Komdigi setelah menyelesaikan kegiatan.
Melalui penguatan literasi keamanan digital, ASN diharapkan menjadi pengguna teknologi yang lebih cakap, waspada, dan bertanggung jawab. Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang aman, terkendali, dan mampu beradaptasi dengan transformasi digital.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











