TP-PKK Batam Minta Ibu Rumah Tangga Tidak Panik Hadapi Kebakaran
M-Radar News, Batam – Ketua Bidang II TP-PKK Kota Batam yang mewakili Ketua TP-PKK Kota Batam, Erdawati Firmansyah, meminta ibu rumah tangga tidak panik saat menghadapi kebakaran. Hal itu disampaikan dalam Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Erdawati, ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, kemampuan menghadapi situasi darurat perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan pelatihan.
“Diharapkan dengan pelatihan ini ibu-ibu tidak takut terhadap bencana ya. Jangan lagi takut kalau ada gas bocor, takut menyiram. Kalau ada nasi kompor yang meledak, kita lari. Tapi ada nanti alat-alat bantu yang ada agar jangan sampai kita kalian ada korban,” ujar Erdawati.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri masyarakat dalam menghadapi kebakaran. Dengan begitu, mereka tidak mudah panik ketika keadaan darurat terjadi.
Erdawati menekankan bahwa ibu rumah tangga merupakan pihak yang paling sering berhadapan dengan berbagai aktivitas di dapur maupun penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran. Oleh sebab itu, kemampuan melakukan tindakan awal menjadi sangat penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum membesar dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.
“Jadi, apa yang disampaikan oleh tadi Ibu Ketua Pelaksana bahwa ibu-ibu, ibu-ibu yang paling dekat dengan di rumah tangga adalah kita yang dapat kita meminimalisir kejadian kebakaran,” kata Erdawati.
Melalui pelatihan tersebut, TP-PKK Kota Batam berharap semakin banyak keluarga yang memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Selain itu, mereka juga mampu melakukan tindakan cepat saat menghadapi kebakaran di lingkungan rumah.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga dari berbagai kelurahan di Kota Batam. Mereka mendapatkan materi teori dan praktik tentang cara memadamkan api kecil, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), serta teknik evakuasi saat kebakaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa pelatihan serupa akan terus digelar secara berkala. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran.
“Kami juga akan menyebarkan alat pemadam api ringan di titik-titik strategis permukiman padat penduduk,” ujarnya.
Menurut data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, sepanjang tahun 2025 terjadi 127 kasus kebakaran di Kota Batam. Sebagian besar disebabkan oleh kebocoran gas LPG dan korsleting listrik.
Erdawati berharap dengan adanya pelatihan ini, angka kebakaran rumah tangga dapat ditekan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan.
“Jangan tunggu terjadi baru belajar. Lebih baik mencegah dengan pengetahuan yang cukup,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












