Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Ratusan Warga Mengungsi

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Ratusan Warga Mengungsi

M-Radar News, Nusa Tenggara Timur – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu, 16 Agustus 2026, tercatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka. Pemerintah dan tim SAR masih fokus melakukan pencarian serta evakuasi korban di wilayah terdampak.

Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dengan 24 orang meninggal dan Kabupaten Manggarai Timur dengan 20 korban jiwa. Data ini masih bersifat dinamis karena proses pencarian dan verifikasi masih berlangsung. Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan dan infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat gempa.

Beberapa rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan berat maupun ringan, sementara sejumlah titik jalan, jembatan, dan jalur vital seperti Ende-Bajawa dan Ende-Maumere juga terdampak longsor dan patahan jalan. Hal ini memperlambat akses bantuan ke daerah terdampak.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah turun langsung ke Flores untuk memantau penanganan dan memastikan operasi SAR berjalan optimal. Helikopter juga disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mempercepat evakuasi medis jika diperlukan.

Pemerintah Provinsi NTT serta kabupaten terdampak telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Kabupaten Manggarai menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, Ngada selama 30 hari, dan Manggarai Timur hingga awal September 2026.

Selain operasi SAR yang terus berjalan, sekitar 5.000 warga mengungsi akibat gempa. Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi fokus utama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan pihak terkait lainnya.

Gempa susulan juga terjadi di Ruteng, Manggarai, dengan magnitudo 4,1 yang menambah kekhawatiran masyarakat di wilayah tersebut. Pemerintah dan tim SAR terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan.

Dengan kondisi yang masih dinamis, data korban dan kerusakan kemungkinan akan diperbarui seiring berjalannya waktu dan proses evakuasi yang terus dilakukan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup