Komunikasi Terkendala, Polri Ingatkan Waspada Hoaks Data Korban Gempa NTT

Komunikasi Terkendala, Polri Ingatkan Waspada Hoaks Data Korban Gempa NTT

M-Radar News, Jakarta – Polri mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap penyebaran informasi tidak akurat atau hoaks terkait data korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disebabkan oleh kendala komunikasi yang masih terjadi di beberapa wilayah Flores sehingga proses verifikasi data masih berlangsung.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa data korban dan kerusakan akibat gempa di NTT bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan di lapangan. Ia menegaskan bahwa informasi yang belum melalui proses verifikasi dan validasi sebaiknya tidak disebarluaskan agar tidak menimbulkan kebingungan dan kepanikan.

“Saat ini proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan. Namun, terdapat beberapa kendala komunikasi di sejumlah wilayah di daratan Flores, sehingga data yang diterima masih terus dilakukan verifikasi dan validasi,” ujar Isir saat konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (15/8).

Isir menambahkan masyarakat dan media diimbau untuk menggunakan data resmi yang telah terverifikasi. Informasi mengenai jumlah korban belum dapat dianggap sebagai data final karena Polri bersama jajaran di daerah masih melakukan pengecekan secara menyeluruh.

Untuk mendukung penanganan bencana, Mabes Polri terus berkoordinasi dengan Polda NTT dan kepolisian wilayah terdampak. Posko bantuan telah didirikan di lokasi yang aman untuk mendukung evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, dan penyaluran bantuan.

Dukungan tambahan juga disiapkan dari Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur yang siap dikerahkan bila diperlukan. Posko tingkat pusat pun dibentuk untuk memantau kondisi bencana secara terpadu dan menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan.

Fokus utama penanganan Polri saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa.

Irjen Johnny Eddizon Isir mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, terutama mengenai jumlah korban, kerusakan, hingga isu tsunami atau gempa susulan.

“Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai jumlah korban, kerusakan, atau isu tsunami atau gempa susulan,” tegas Isir.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup