Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan
M-Radar News, Pasuruan– Kawasan wisata Gunung Bromo resmi ditutup total hingga 15 Agustus 2026, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih belum padam sepenuhnya. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengunjung dan kelancaran proses pemadaman api serta pemulihan kawasan.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), telah menutup seluruh akses masuk ke Gunung Bromo sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.
Penutupan diperpanjang setelah kondisi kebakaran yang terjadi di beberapa titik, terutama di kawasan Puncak Seruni Point di Kabupaten Probolinggo, masih mengancam keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Pemerintah daerah dan petugas gabungan terus melakukan pemadaman dengan dukungan udara dan darat. Meskipun beberapa titik api telah padam, medan terjal dan lokasi kebakaran yang berada di tebing membuat proses pemadaman menjadi sulit dan memerlukan waktu lebih lama.
Dalam masa penutupan, sebanyak 2.056 wisatawan telah mengajukan pengembalian tiket (refund), terdiri dari 1.944 wisatawan domestik dan 112 wisatawan mancanegara. Selain itu, ada 32 wisatawan domestik yang memilih untuk menjadwal ulang kunjungan mereka.
Proses pengembalian dana dan penjadwalan ulang dilakukan secara daring melalui formulir resmi yang disediakan oleh TNBTS.
Wakil Gubernur Jatim, Emil E. Dardak juga mengimbau petugas untuk membeli kebutuhan sehari-hari di warung milik warga sekitar sebagai bentuk dukungan ekonomi lokal yang terdampak.
“Hal ini penting mengingat banyak pelaku usaha jasa pariwisata seperti penyedia Jeep, perhotelan, homestay, dan UMKM kuliner yang mengalami kerugian akibat penutupan kawasan wisata ini,” ujarnya.
Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo ini merupakan langkah pencegahan keselamatan yang krusial mengingat asap dan bahaya kebakaran sangat berpotensi mengancam kesehatan dan keamanan pengunjung.
Pemerintah juga menyiapkan rencana rehabilitasi infrastruktur dasar, termasuk penggantian jaringan pipa air yang rusak akibat kebakaran agar masyarakat tidak mengalami krisis air bersih setelah kondisi membaik.
Pengunjung diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS terkait pembukaan kembali kawasan wisata dan mematuhi segala aturan yang diberlakukan demi keselamatan bersama.
Upaya pemadaman dan pemulihan diharapkan dapat selesai dengan efektif sehingga destinasi wisata Gunung Bromo dapat segera dibuka kembali untuk umum.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












