Ambulans Bawa Pasien Gawat Janin Senggol Anak saat Karnaval di Pinrang, Sempat Bersitegang dengan Satpol PP

Ambulans Bawa Pasien Gawat Janin Senggol Anak saat Karnaval di Pinrang, Sempat Bersitegang dengan Satpol PP

M-Radar News, Pinrang – Sebuah ambulans yang sedang membawa pasien dalam kondisi gawat janin menyenggol seorang anak saat melintasi acara karnaval di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Peristiwa ini terjadi saat ambulans melaju dari RSUD Madising menuju RSUD Lasinrang. Video yang beredar memperlihatkan seorang bocah berjaket abu-abu tiba-tiba menyeberang di tengah keramaian tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas, sehingga tersenggol bagian ambulans yang melaju dengan kecepatan tinggi karena membawa pasien darurat.

Gawat janin atau fetal distress adalah kondisi medis darurat yang menunjukkan bayi dalam kandungan tidak mendapatkan cukup oksigen atau nutrisi, baik selama kehamilan atau proses persalinan, sehingga membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

Setelah insiden tersebut, sopir ambulans mengalami ketegangan dengan petugas Satpol PP dan warga sekitar. Dalam rekaman video, tampak sopir ambulans sempat menjadi sasaran kemarahan hingga diduga dipukul oleh salah satu anggota Satpol PP. Namun, persoalan ini berhasil diselesaikan melalui mediasi dan berakhir damai.

Sopir ambulans, Ollas, menjelaskan bahwa dirinya membawa pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan penanganan cepat, sehingga terpaksa menerobos barisan karnaval meski petugas Dishub sempat menyarankan mencari jalan lain. Saat kejadian, anak yang tersenggol memang berada di jalur ambulans tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

Ollas sempat ingin turun untuk memeriksa kondisi anak tersebut, tetapi warga meminta ambulans segera melanjutkan perjalanan demi menyelamatkan pasien. Pihak Dinas Kesehatan dan RSUD memastikan kondisi anak tersebut baik-baik saja tanpa luka serius setelah pemeriksaan.

Peristiwa ini menimbulkan perhatian luas di media sosial, karena menunjukkan dilema antara kebutuhan darurat medis dan keselamatan masyarakat yang hadir di acara karnaval. Ambulans diberikan akses khusus untuk melewati kerumunan, namun situasi keramaian membuat lalu lintas sulit diprediksi sehingga risiko insiden tetap ada.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara petugas medis, aparat keamanan, dan masyarakat saat menggelar acara publik agar kejadian serupa dapat dicegah tanpa menghambat penanganan darurat yang krusial.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup