Kapolda Sumbar Minta Propam Selidiki Dugaan Dirreskrimum Cekcok-Pukul Pengendara
M-Radar News, Sumatera Barat – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Teddy Fanani terhadap seorang pengendara. Insiden ini terjadi setelah sebuah cekcok yang beredar luas di media sosial dalam bentuk video viral.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika kendaraan berpelat merah yang dikendarai korban menyalip dari sisi kiri kendaraan Dirreskrimum. Tindakan tersebut diduga membahayakan rombongan anggota Polda yang sedang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Namun, kronologi ini masih bersifat sementara dan akan didalami lebih lanjut.
Proses Penyelidikan oleh Propam
Susmelawati menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara profesional dengan memeriksa seluruh pihak yang terkait, termasuk memanggil kedua belah pihak untuk memberikan keterangan. Apabila ditemukan pelanggaran, anggota Polri yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kapolda menegaskan tidak ada anggota yang kebal dari sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran.
Kronologi dan Pernyataan Korban
Korban, yang diketahui mengunggah video insiden tersebut di akun Instagramnya, mengaku telah dipukul hingga kacamata yang dipakainya patah. Ia menceritakan bahwa cekcok bermula dari tindakan menyalip yang keras dan mengakui kesalahan tersebut, namun ia juga menyatakan bahwa ia sudah membunyikan klakson dan lampu sein. Dalam unggahannya, korban menulis bahwa rombongan Dirreskrimum turun dan hendak mengeroyoknya, serta mempertanyakan tindakan kekerasan tersebut apakah termasuk tindak pidana.
Respons Dirreskrimum
Dirreskrimum Kombes Pol Teddy Fanani mengaku video yang beredar dipotong dan tidak menggambarkan keseluruhan kejadian. Ia enggan memaparkan detail kronologi secara terbuka dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan melalui Kabid Humas dan Wakapolda Sumbar. Pihaknya menegaskan kejadian terjadi di daerah Lubuk Buaya ketika hendak menuju bandara.
Signifikansi Kasus
Kasus ini menjadi perhatian Kapolda Sumbar sebagai bentuk komitmen penegakan disiplin anggota Polri dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Penyelidikan yang transparan dan profesional diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kejelasan atas kejadian tersebut, sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota Polri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












