Koramil 0825/20 Songgon Bersama Warga Padamkan Kebakaran Hutan Pinus
M-Radar News, Banyuwangi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan pinus di Petak 7 D-2 RPH Bayu, BKPH Rogojampi, KPH Banyuwangi Barat, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Senin (26/10/2026).
Kebakaran yang terpantau sekitar pukul 11.40 WIB tersebut menghanguskan sekitar 0,25 hektare lahan, meliputi tegakan pinus, vegetasi tumbuhan bawah, dan semak belukar.
Informasi awal kebakaran disampaikan oleh Ketua Pokja Sadapan Pinus, yang melihat kobaran api di kawasan hutan tersebut.
Laporan kemudian diteruskan kepada Mandor Sadap, grup WhatsApp karyawan BKPH Rogojampi, hingga Asper Rogojampi, Adi Raharjo. Informasi itu selanjutnya disebarkan melalui grup koordinasi penanganan karhutla Kecamatan Songgon.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koramil 0825/20 Songgon bersama unsur kepolisian, Perhutani, dan masyarakat segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Personel TNI yang terlibat, di antaranya Peltu Zainul Arifin selaku Bintara Tinggi Tata Usaha Urusan Dalam (Batituud) dan Serka Eko Purwanto selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0825/20 Songgon.
Mereka bergabung dengan Asper Rogojampi, KRPH Bayu, KRPH Sroyo, dua personel Polter Bayu, empat anggota Polsek Songgon, sembilan karyawan Perhutani, empat penyadap pinus, serta empat warga setempat.
Upaya pemadaman dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Tim gabungan membuat ilaran atau sekat bakar untuk memutus jalur penjalaran api. Petugas juga menyemprotkan air menggunakan tangki serta memadamkan titik api dengan peralatan gebyok.
Setelah melakukan penanganan selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB.
Danramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko mengapresiasi kesigapan dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Ini bukti nyata bahwa ketika TNI, Polri, Perhutani, dan masyarakat bersatu, tidak ada api yang tidak bisa dipadamkan. Saya mengapresiasi kecepatan dan kekompakan seluruh unsur, termasuk anggota kami, Peltu Zainul Arifin dan Serka Eko Purwanto, yang langsung berada di garis depan,” ujar Andoko.
Meski api telah berhasil dipadamkan, ia mengingatkan bahwa potensi munculnya titik api baru masih perlu diwaspadai, terutama di area yang ditumbuhi semak belukar dan vegetasi bawah.
Karena itu, patroli dan pemantauan secara berkala akan terus dilakukan bersama Perhutani dan Polsek Songgon guna mengantisipasi kemungkinan kebakaran susulan.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Sementara itu, nilai kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran diperkirakan dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga yang mencari pakan ternak di sekitar kawasan hutan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Kapten Kav Andoko juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api di kawasan hutan, khususnya saat kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Satu puntung kecil bisa menghanguskan hutan. Mari jaga bersama, karena hutan adalah warisan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















