IHSG Rebound 4,18 Persen, Ketua OJK Akui Belum Istirahat Kawal Reformasi Pasar Modal
M-Radar News, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Friderica Widyasari Dewi mengaku belum beristirahat sejak pasar modal Indonesia mengalami gejolak menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana konsultasi reklasifikasi status pasar modal Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Friderica dalam sambutannya pada Ijtima Sanawi 2026, di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, dirinya berfokus mengawal langkah reformasi dan pembenahan pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor.
Gejolak tersebut mencuat setelah MSCI mengumumkan konsultasi terkait proposal reklasifikasi pasar modal Indonesia pada Jumat (16/10/2026). Rencana itu memunculkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Tekanan tersebut turut memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada hari pengumuman, IHSG dilaporkan anjlok hingga 8,01 persen sehingga perdagangan sempat dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt.
Namun, pada perdagangan sesi I Selasa (20/10), IHSG tercatat menguat 4,18 persen ke level 5.201,4. Penguatan tersebut menjadi sinyal pemulihan di tengah upaya menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Friderica menegaskan, OJK terus mengawal pembenahan pasar modal, terutama dalam memperkuat integritas, meningkatkan keterbukaan informasi, serta memastikan penegakan aturan berjalan secara konsisten.
Menurutnya, upaya perbaikan tersebut penting untuk menciptakan pasar modal yang kredibel dan memberikan perlindungan kepada investor.
Selain itu, peningkatan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi juga dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat pasar modal Indonesia.
Friderica juga mengingatkan investor agar dapat membedakan kondisi fundamental pasar modal, dengan sentimen jangka pendek yang memengaruhi pergerakan harga saham.
Ia menyebutkan, kinerja emiten pada kuartal II 2026 menunjukkan perkembangan positif dari sisi pendapatan dan laba perusahaan tercatat. Selain itu, kapitalisasi pasar dan jumlah emiten menjadi bagian dari potensi yang dapat mendukung daya tarik pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, kondisi perekonomian nasional yang dinilai tetap kuat menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan investasi di dalam negeri.
OJK, lanjut Friderica, berkomitmen memperkuat integritas dan transparansi pasar modal melalui reformasi berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola serta menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar global.
Pemulihan IHSG dan pelaksanaan reformasi pasar modal menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan eksternal, termasuk rencana konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar Indonesia.
Dengan penguatan pengawasan, keterbukaan informasi, dan penegakan aturan, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin kredibel, berdaya saing, serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi investor.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.














