Belum Hamil Setelah Setahun Menikah, Ini Waktu yang Tepat untuk Cek Kesuburan

Belum Hamil Setelah Setahun Menikah, Ini Waktu yang Tepat untuk Cek Kesuburan

M-Radar News – Pasangan yang telah menikah selama satu tahun dan rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi namun belum juga mengalami kehamilan perlu segera melakukan pemeriksaan kesuburan.

Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang menghambat terjadinya kehamilan dan perlu ditangani dengan langkah medis yang tepat.

Persentase Pasangan Mengalami Masalah Kesuburan

Menurut Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia, Prof. Budi Santoso, sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia reproduksi mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Namun, hasil pemeriksaan infertilitas tidak selalu berujung pada penggunaan teknologi bayi tabung.

Penanganan masalah kesuburan dapat dilakukan secara bertahap, tergantung pada penyebab yang ditemukan baik pada perempuan maupun laki-laki.

Penanganan Bertahap Sesuai Penyebab

Beberapa metode yang bisa ditempuh sebelum bayi tabung antara lain:

  • Obat induksi ovulasi untuk merangsang proses pelepasan sel telur.
  • Pengaturan jadwal hubungan seksual agar sesuai masa subur.
  • Inseminasi buatan (IUI) yang membantu sperma lebih mudah mencapai sel telur.

Bayi tabung umumnya menjadi opsi terakhir apabila semua usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Pengaruh Usia Perempuan terhadap Kesuburan

Usia merupakan faktor penting dalam perencanaan kehamilan. Pada perempuan, bertambahnya usia dapat menurunkan cadangan sel telur (ovarian reserve) dan mengurangi kualitas sel telur, sehingga peluang hamil juga menurun. Risiko keguguran dan kelainan kromosom pada janin juga meningkat seiring bertambahnya usia.

Prof. Budi menyebut usia 35 tahun sebagai periode ‘emas’ kesuburan, di mana sebelum usia tersebut peluang kehamilan masih relatif lebih tinggi. Oleh karena itu, pemeriksaan kesuburan disarankan dilakukan lebih awal tanpa harus menunggu usia bertambah lanjut agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.

Faktor Kesuburan dari Laki-Laki

Kesuburan pasangan tidak hanya bergantung pada perempuan, tetapi juga kondisi laki-laki. Kualitas dan jumlah sperma dapat memengaruhi kemampuan terjadinya kehamilan.

Perkembangan teknologi reproduksi berbantu, seperti Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), memungkinkan penanganan pada kasus keterbatasan sperma dengan memasukkan satu sperma terpilih langsung ke dalam sel telur.

Scientific Director Morula IVF Indonesia, Prof. Arief Boediono, menegaskan bahwa suami dengan keterbatasan sperma tidak perlu khawatir karena teknologi tersebut sangat memungkinkan membantu proses pembuahan.

Langkah Awal yang Disarankan

Pasangan yang telah menikah selama satu tahun dan belum hamil disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menentukan apakah terapi obat, pengaturan waktu hubungan seksual, inseminasi, atau teknologi reproduksi berbantu yang dibutuhkan.

Dengan pendekatan yang tepat dan penanganan sesuai penyebab, peluang mendapatkan keturunan dapat meningkat tanpa harus langsung mengandalkan teknologi bayi tabung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup