Sambut HUT ke-81 RI, Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter Dibentangkan di Jalan Malioboro
M-Radar News, Yogyakarta – Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter dibentangkan di Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara pembentangan bendera tersebut merupakan bagian dari program Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang diinisiasi oleh Diwa Foundation bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Peserta yang hadir berasal dari 25 organisasi kemasyarakatan, pelajar, TNI, Polri, Paskibraka, komunitas, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Simbol Persatuan dalam Keberagaman
Koordinator Kirab, Herjuno Kurniawan menyatakan, bahwa pembentangan bendera sepanjang 1.000 meter ini menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman peserta.
“Ini kita bersatu untuk membawa bendera yang panjangnya 1.000 meter. Ini wujud dari sebuah kebinekaan, keberagaman yang menjadi satu tujuan,” ujar Herjuno, pada Rabu (12/8/2026).
Peserta yang terlibat mencakup berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, Paskibraka, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga kelompok masyarakat, menegaskan pesan kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan.
Pesan Inklusi dari Berbagai Kelompok
Koordinator Kirab lainnya, Nurholis menambahkan, bahwa keterlibatan berbagai kelompok masyarakat termasuk Nahdlatul Ulama (NU) melalui Banser dan Fatayat serta Muhammadiyah melalui Aisyiyah menjadi bagian dari pesan inklusi yang dibawa dalam kegiatan ini.
“Pesannya adalah memunculkan kepedulian terhadap inklusi. Bagaimana adik-adik kita termasuk yang difabel itu juga kita angkat, kita peduli bersama dan kita bungkus dengan Hari Kemerdekaan Indonesia,” kata Nurholis.
Partisipasi Komunitas Ontel
Komunitas Sepeda Ontel Jogja (KOJA) juga ikut ambil bagian dalam parade pembentangan bendera ini. Salah satu anggota komunitas, Yanto (63) menyampaikan, bahwa KOJA telah rutin mengikuti berbagai pawai sejak 2010, namun baru kali ini berpartisipasi dalam Parade Suara Inklusi.
Yanto menekankan pentingnya momentum peringatan kemerdekaan yang tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran sejarah, kepedulian terhadap lingkungan, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Jangan sekadar hura-hura, tapi bagaimana kita bisa membangun kesadaran kesejarahan dan juga kesadaran peduli-peduli yang lain seperti disiplin, kemudian peduli budaya, jangan melupakan sejarah bangsa, para pahlawan, dan sebagainya,” ujarnya.
KOJA mengirim sekitar 30 pesepeda dalam parade tersebut. Komunitas yang berdiri sejak 2009 ini memiliki lebih dari 150 anggota dan mengadakan berbagai kegiatan sosial serta lingkungan, seperti pembagian sedekah, penanaman pohon, penyebaran bibit tanaman, hingga kampanye antinarkoba.
Peserta lain, Suryadi (74), juga mengikuti parade bersama KOJA. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan mengikuti kegiatan karena terbiasa bersepeda jarak jauh, termasuk rute Yogyakarta-Borobudur, Yogyakarta-Kaliurang, dan Yogyakarta-Parangtritis.
“Bagus, bagus. Bagus dan sehat selalu,” ujarnya saat ditanya tentang antusiasmenya mengikuti Parade Suara Inklusi.
Pesan Persatuan dan Kesetaraan
Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Malioboro ini menjadi bagian dari rangkaian Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang secara keseluruhan membawa pesan persatuan dan kesetaraan dalam keberagaman, khususnya dari Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












