BPJS Ketenagakerjaan Jatim Lindungi 5,63 Juta Pekerja, Perluasan Sasar Sektor Informal

Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jatim, menggelar kegiatan Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jatim di Malang, Senin (24/8/2026). Foto: dok/jnr/kmf.

M-Radar News, Malang – Sebanyak 5,63 juta pekerja di Jawa Timur (Jatim) tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 19 Agustus 2026. Meski demikian, jumlah tersebut masih menyisakan ruang besar untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di berbagai sektor.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Irvansyah Utoh Banja dalam kegiatan Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jatim di Malang, pada Senin (24/8/2026).

Utoh menyebutkan, total potensi pekerja di Jawa Timur mencapai sekitar 21,06 juta orang. Dengan karakteristik pekerja yang beragam, diperlukan kolaborasi lintas pihak agar cakupan perlindungan dapat terus ditingkatkan.

“Karakter pekerja di Jawa Timur sangat beragam. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar perlindungan semakin luas dan semakin dekat dengan kebutuhan pekerja,” ujar Utoh.

Ia menempatkan media sebagai salah satu mitra strategis dalam upaya tersebut. Menurutnya, media memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan secara sederhana dan mudah dipahami.

Selain menjadi sarana penyebarluasan informasi, Utoh berharap media dapat memberikan masukan mengenai kondisi pekerja di lapangan.

“Rekan-rekan jurnalis berada sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap media juga dapat memberi perspektif kepada kami mengenai apa yang menjadi perhatian pekerja di lapangan, kelompok mana yang masih perlu kami jangkau,” katanya.

Perlindungan Pekerja Informal Belum Optimal

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat mengatakan, perluasan perlindungan pekerja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Media dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Bagi kami, media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk membantu menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya,” ujar Saiful.

Hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan secara nasional mencatat sekitar 48 juta peserta aktif. Pada periode yang sama, manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp42 triliun dari 3,6 juta klaim. BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan manfaat beasiswa pendidikan kepada sekitar 90.000 anak.

Namun, Saiful mengakui masih terdapat tantangan dalam menjangkau pekerja informal. Dari potensi 77,8 juta pekerja informal secara nasional, baru sekitar 13,5 juta pekerja yang telah menjadi peserta.

Kelompok pekerja informal seperti pengemudi, pedagang, petani, nelayan, hingga pekerja mandiri menjadi sasaran penting dalam perluasan kepesertaan.

“Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang perlindungan yang harus kita jangkau. Tantangannya adalah bagaimana pekerja informal melihat jaminan sosial bukan sebagai beban, tetapi sebagai kebutuhan untuk menjaga dirinya dan keluarganya ketika risiko terjadi,” jelasnya.

Dorong Kemandirian Peserta dan Ahli Waris

Dalam memperluas manfaat perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan juga mengembangkan konsep Value Beyond Protection. Konsep ini diarahkan agar manfaat yang diberikan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pekerja dan keluarganya.

Salah satu bentuk implementasinya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang diluncurkan melalui soft launching serentak pada 18 Agustus 2026 di 37 provinsi dan 45 titik.

Program PEKA menyasar terutama peserta dan ahli waris penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat menjadikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi bekal untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi.

Utoh berharap, sinergi dengan media semakin kuat sehingga informasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami ingin rekan-rekan media terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis. Mari berjalan bersama, bukan sekadar menghasilkan pemberitaan, tetapi membangun kesadaran yang pada akhirnya mendorong semakin banyak pekerja untuk melindungi dirinya dan keluarganya,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup