Musancab DPAC PKB Buduran Dibuka, H Usman Sampaikan Empat Agenda Besar Gus Muhaimin

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kecamatan Buduran, digelar di Aula Gedung MWC NU Buduran, Minggu (16/8/2026). Foto: dok/ist.

M-Radar News, Sidoarjo – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB Kecamatan Buduran, digelar di Aula Gedung MWC NU Buduran, Minggu (16/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Musancab PKB se-Indonesia yang berlangsung pada 8-16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri para kiai sepuh, ibu nyai, jajaran Dewan Syura DPC, DPAC, DPRt, pengurus, anggota Fraksi PKB, kader, serta sejumlah undangan.

Musancab menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan PKB di tingkat kecamatan. Forum ini juga diarahkan untuk memperkuat struktur partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.

H. Usman, M.Kes., yang hadir mewakili DPP dan DPW PKB Jawa Timur (Jatim) menegaskan  bahwa Musancab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan.

“Musancab bukan sekadar seremoni. Ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target pemenangan, serta meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan yang berkemanfaatan dan berkelanjutan,” tegas H. Usman.

Ia mengatakan, kekuatan utama PKB berada di tingkat anak cabang dan ranting. Dari struktur paling bawah tersebut, kaderisasi dan kerja nyata partai kepada masyarakat harus terus dijalankan.

Dalam kesempatan itu, H. Usman menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin tentang tekad “PKB Naik Kelas”.

Menurutnya, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata seluruh jajaran partai. Naik kelas bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi juga perubahan pola kerja, dari kegiatan seremonial menjadi program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dari seremonial menjadi kegiatan berdampak, dari diskusi menjadi solusi, dan dari kata-kata menjadi kerja nyata,” ujarnya.

H. Usman juga mengingatkan kader agar tidak menggunakan pola lama dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks. PKB, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Ada empat agenda besar yang ditekankan dalam konsolidasi tersebut;

Pertama, memperkuat regenerasi kepemimpinan dengan memberikan ruang kepada kader muda untuk berkembang dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.

Kedua, memperkuat transformasi digital dan penguasaan ruang informasi. Kader didorong aktif menyampaikan kerja nyata PKB, menangkal hoaks, serta membangun komunikasi positif dengan masyarakat melalui ruang digital.

Ketiga, mempersiapkan kerja politik menuju Pemilu 2029 sejak dini. Kader diminta terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, membantu menyelesaikan persoalan, dan menjaga komunikasi secara konsisten.

“Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengabdi,” pesannya.

Keempat, memperkuat kaderisasi berkelanjutan. DPAC diharapkan menjadi pusat pembinaan kader yang ideologis, loyal, kompeten, dan berintegritas.

Selain empat agenda tersebut, jajaran DPAC juga diminta memegang teguh empat pilar politik PKB, yakni Politik Kehadiran, Politik Pelayanan, Politik Keteladanan, dan Politik Kepemimpinan.

“PKB harus hadir sebagai keluarga bagi rakyat, menjadi institusi pelayanan, memberikan keteladanan, dan berani memimpin perubahan,” katanya.

Musancab DPAC PKB Buduran kemudian ditutup dengan ajakan menjadikan forum tersebut sebagai titik tolak untuk membangun PKB yang semakin solid, modern, profesional, dan semakin dicintai masyarakat.

Seluruh kerja organisasi, kata dia, pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi rakyat. (znr/yun)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup