Semester I 2026 Berlalu, Aismoli Minta Kepastian Insentif Motor Listrik

Semester I 2026 Berlalu, Aismoli Minta Kepastian Insentif Motor Listrik

M-Radar News, Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi meminta pemerintah segera memberikan kepastian program insentif motor listrik tahun ini di tengah kekhawatiran dampak penundaan terhadap penjualan.

Budi mengatakan dalam wawancara dengan kumparan, Jumat (24/7/2026), bahwa ketidakpastian insentif membuat calon pembeli menunda pembelian. “Kalau penjualan sebetulnya, kemarin ada ingar bingar ramai menyangkut masalah subisidi. Memang ada pengaruh, tetapi bukan pengaruh yang baik karena pasti orang jadi menunggu saat mau membeli,” ujarnya.

Menurut Budi, sembari menunggu kepastian, para produsen telah melakukan antisipasi melalui strategi dan program penjualan. “Kemarin disampaikan Pak Menteri Keuangan kan disebut (insentif) mundur sampai Agustus. Ya kalau memang ada Alhamdulillah, kalau tidak ada pun kita akan fight begitu. Tetapi ya harapan kita pemerintah jangan gantung,” katanya.

Budi menambahkan, sudah banyak merek yang melakukan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik berkapasitas produksi besar. Bantuan pemerintah, baik fiskal maupun non-fiskal, sangat dibutuhkan untuk bertahan. “Indonesia ini secara kuantitas pabriknya sudah cukup banyak, tinggal untuk kita bisa bertahan diharapkan harus ada bantuan pemerintah, baik itu fiskal atau non-fiskal. Apalagi ada rencana motor listrik nasional, masyarakat jadi tahu bahwa ini (motor listrik) akan semakin banyak digunakan,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan insentif motor listrik tahun ini tetap berlanjut, namun skemanya diubah. Pemerintah berencana memberikan insentif hanya untuk pabrikan tertentu.

“Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu. Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (Chief Technology Officer/CTO BPI Danantara), karena dia yang diminta menentukan ke mana subsidinya,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Purbaya menyebut penentuan perusahaan penerima insentif masih dibahas. Pemerintah belum merinci mekanisme maupun kriteria perusahaan yang akan mendapatkan dukungan tersebut. Kebijakan serupa bagi mobil listrik juga masih dikaji.

Mengenai besaran kuota, Purbaya memastikan jumlahnya tetap sama untuk 100 ribu unit dengan nilai Rp 5 juta per unit. “Masih,” ucapnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup