Listrik di Selatpanjang Blackout Akibat Tiang Listrik Tumbang dan Gangguan Monyet

Listrik di Selatpanjang Blackout Akibat Tiang Listrik Tumbang dan Gangguan Monyet

M-Radar News, Pemadaman listrik secara tiba-tiba kembali terjadi di Kota Selatpanjang dan sekitarnya, Jumat (17/7/2026) siang. Dua tiang listrik tumbang di kawasan rawa menjadi penyebab utama, ditambah gangguan hewan monyet yang memperparah kondisi. Akibatnya, sejumlah wilayah, termasuk RSUD Kepulauan Meranti, mengalami blackout dengan durasi 30 menit hingga 1 jam.

Manager PLN ULP Selatpanjang, Roni Saputra, menjelaskan bahwa dua tiang listrik di Jalan Nelayan, Gelora, tepat di belakang kantor PLN, tumbang sekitar pukul 13.30 WIB. “Kondisi tiang yang berada di kawasan rawa dan kerap terendam air asin diduga menjadi penyebab tumbangnya dua tiang tersebut,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, pasokan listrik ke RSUD Kepulauan Meranti di Jalan Dorak dan sekitarnya padam. PLN segera melakukan perbaikan dan sempat mengalihkan beban ke jaringan lain. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, kembali terjadi blackout akibat gangguan hewan monyet. “Pemindahan beban ditambah gangguan hewan monyet menyebabkan gangguan jaringan yang menyebabkan blackout. Saat ini kami terus fokus melakukan perbaikan jaringan yang rusak,” terang Roni.

Hingga sore menjelang magrib, terjadi dua kali pemadaman. Meski kondisi blackout sudah teratasi, kawasan RSUD dan sekitarnya masih dipadamkan sambil menunggu perbaikan tiang yang tumbang rampung. Sementara daerah lain sudah normal kembali. “Perbaikan saat ini kami fokuskan dan akan dituntaskan malam ini,” pungkasnya.

Pemadaman mendadak itu dikeluhkan warga, salah satunya pengelola dapur SPPG Insit di Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Mereka harus bolak-balik menghidupkan genset. Sebagai dapur SPPG, peralatan seperti freezer harus hidup 24 jam untuk menjaga bahan makanan seperti ayam dan buah tetap segar. “Memang genset selalu ready, karena freezer dan chiller harus selalu hidup,” ujar Kepala SPPG Insit, Usman.

Meski genset siaga, Usman berharap ke depan pemadaman ada pemberitahuan, bukan mendadak. Ia mengaku tidak hanya hari ini, hari sebelumnya juga sempat terjadi pemadaman mendadak dengan durasi minimal 30 menit hingga 1 jam. Ia berharap kondisi ini menjadi perhatian PLN agar setidaknya ada pemberitahuan sebelum pemadaman. “Saat ini perangkat elektronik belum ada yang rusak, tapi jika pemadaman mendadak sering terjadi, bukan tidak mungkin akan mengalami kerusakan,” terangnya.

Pemberitahuan jadwal pemadaman penting mengingat dapur SPPG sangat bergantung pada pasokan listrik. Terlebih jika pemadaman terjadi saat jam operasional, aktivitas SPPG dalam menyiapkan menu MBG tepat waktu akan terganggu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup