Jemaah Haji Situbondo Kloter 87 Tiba Lebih Awal, Pemkab Siapkan Tiga Titik Penjemputan
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Suasana haru dan bahagia mewarnai kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang mulai berdatangan ke tanah air. Kloter 87 menjadi kelompok pertama yang tiba di titik penyambutan pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 11.40 WIB, dua jam lebih awal dari jadwal semula pukul 13.25 WIB. Sebanyak 28 jemaah yang tergabung dalam kloter ini disambut langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Situbondo, Iwan Subhakti, di Hotel Utama Raya, Kecamatan Banyuglugur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, telah menyiapkan tiga titik penjemputan bagi para jemaah haji yang kembali, yaitu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Hotel Utama Raya di Kecamatan Besuki, dan di kantor Pemkab Situbondo. Iwan Subhakti menjelaskan bahwa pihak keluarga dapat menjemput langsung jemaah di kantor Pemkab atau melalui masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Total jemaah haji Situbondo tahun ini berjumlah 997 orang, setelah sebelumnya tiga orang meninggal dunia di Mekkah. Mereka tergabung dalam enam kloter: 75, 87, 88, 89, 90, dan 91. Dua orang jemaah dari kloter 75 telah tiba lebih awal pada 21 Juni 2026, bergabung dengan jemaah haji Kabupaten Bangkalan. Sementara itu, 995 jemaah lainnya dijadwalkan tiba pada hari yang sama dengan kloter 87.
Jadwal Kedatangan Kloter Lainnya
Berikut jadwal kedatangan kloter jemaah haji Situbondo selanjutnya:
| Kloter | Jumlah Jemaah | Perkiraan Tiba |
|---|---|---|
| 87 | 28 | 11.40 WIB (sudah tiba) |
| 88 | – | 17.40 WIB |
| 89 | – | 20.20 WIB |
| 90 | – | 01.25 WIB (24 Juni) |
| 91 | 2 | Langsung dijemput keluarga di Asrama Haji Sukolilo |
Untuk kloter 91 yang hanya beranggotakan dua orang, pihak keluarga langsung menjemput di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, tanpa melalui titik penyambutan di Situbondo.
Proses pemulangan jemaah haji Situbondo berjalan lancar meskipun terdapat beberapa tantangan. Berikut kronologi singkat kepulangan jemaah haji Situbondo:
- 21 Juni 2026: Dua jemaah kloter 75 tiba lebih awal, tergabung dengan jemaah Bangkalan.
- 24 Juni 2026: Kloter 87 tiba pukul 11.40 WIB (dua jam lebih awal).
- 24 Juni 2026: Kloter 88, 89, dan 90 dijadwalkan tiba di Hotel Utama Raya.
- Kloter 91: Dua jemaah dijemput langsung di Asrama Haji Sukolilo.
Kedatangan jemaah haji yang lebih awal dari jadwal membawa dampak positif bagi keluarga yang sudah menanti. Namun, hal ini juga memerlukan koordinasi yang baik antara pihak pemkab, KBIHU, dan keluarga jemaah agar proses penjemputan berjalan tertib. Pemerintah daerah telah mengimbau keluarga untuk memantau informasi resmi dari petugas agar tidak terjadi kesalahan penjemputan.
Data Jemaah Haji Situbondo 2026
Jumlah jemaah haji Situbondo tahun ini mengalami perubahan akibat adanya tiga jemaah yang meninggal dunia di Mekkah. Data lengkapnya sebagai berikut:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Jemaah awal | 1.000 orang |
| Meninggal dunia | 3 orang |
| Jemaah pulang | 997 orang |
Ketiga jemaah yang meninggal adalah:
- Haji Fathor Rahman (58), warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, meninggal di kamar hotel pada 29 Mei 2026.
- Hajjah Almi Massuya (85), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, meninggal karena usia lanjut pada 1 Juni 2026.
- Hajjah Sovi Wulandari (33), meninggal pada 4 Juni 2026.
Ketiga jenazah telah dishalatkan di Masjidil Haram dan mendapatkan sertifikat kematian dari Pemerintah Arab Saudi, serta dimakamkan oleh petugas haji setempat. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko kesehatan yang dihadapi jemaah haji, terutama lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
Kedatangan jemaah haji Situbondo yang lebih awal menunjukkan efisiensi dalam proses pemulangan. Namun, hal ini juga menuntut kesiapan pihak penyelenggara di daerah.
Pemkab Situbondo, perlu mengevaluasi koordinasi dengan Kementerian Agama dan pihak bandara agar informasi jadwal kedatangan dapat disampaikan secara real-time kepada keluarga jemaah.
Selain itu, kasus kematian tiga jemaah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan, terutama bagi jemaah lansia.
Bagi masyarakat Situbondo, kepulangan para jemaah haji menjadi momen yang dinanti-nantikan. Mereka tidak hanya membawa predikat haji, tetapi juga pengalaman spiritual yang dapat memperkuat kehidupan beragama di kampung halaman. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi teladan dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sosial keagamaan.
Proses pemulangan jemaah haji Situbondo tahun ini berjalan lancar meskipun ada beberapa tantangan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, petugas haji, dan keluarga jemaah, seluruh jemaah dapat kembali ke pangkuan keluarga dengan selamat. Momen kebersamaan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang ibadah haji yang penuh makna, dan semoga keberkahan selalu menyertai mereka. (*)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












