Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza, Gudang Obat Rumah Sakit Hancur
M-Radar News, Gaza – Serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (18/1/2026) menewaskan dua warga Palestina dan menghancurkan dua gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Otoritas kesehatan Palestina menyebut korban tewas berada di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar anggota Hamas, namun tidak memberikan rincian maupun bukti pendukung atas klaim itu. Beberapa jam kemudian, serangan udara kembali terjadi di Deir al-Balah. Dua gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Martir Al-Aqsa hancur akibat ledakan, dan gudang penyimpanan lain serta klinik rawat jalan rumah sakit ikut rusak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan gudang yang hancur menyimpan berbagai perlengkapan medis penting, termasuk obat-obatan bagi pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah, kain kasa, serta peralatan medis untuk perawatan rutin. Dokter Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengecam serangan tersebut. “Pendudukan Israel telah melakukan kejahatan keji. Di tengah malam mereka menargetkan gudang yang berisi persediaan medis untuk rumah sakit dan menghancurkannya sepenuhnya,” kata Khalil kepada Reuters.
Rekaman Reuters dari lokasi menunjukkan kawah besar bekas ledakan di sekitar kompleks rumah sakit. Puing-puing bangunan dan perlengkapan medis tampak berserakan di area yang berdekatan dengan permukiman tenda pengungsi. Sejumlah saksi mata mengatakan militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi sebelum melancarkan serangan di kawasan tersebut.
Salah seorang pengungsi, Fatima Sharab (34), mengatakan ledakan juga menghancurkan tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung sekitar 60 hingga 70 orang. Menurut Fatima, banyak keluarga memilih tinggal di sekitar rumah sakit agar lebih mudah mengakses layanan kesehatan. Rumah sakit dan fasilitas sipil pada prinsipnya mendapat perlindungan berdasarkan hukum humaniter internasional, namun Israel berulang kali menyatakan Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas sipil sebagai lokasi operasi militer maupun penyimpanan senjata, tuduhan yang berkali-kali dibantah Hamas.
Serangan terbaru terjadi ketika masa depan kesepakatan gencatan senjata di Gaza masih belum jelas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengeklaim telah terjadi terobosan dalam upaya mengakhiri perang dan menyebut Hamas bersedia meletakkan senjata sebagai bagian dari kesepakatan damai. Namun hingga kini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut. Sebaliknya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak rencana itu dan menilai Israel seharusnya tetap melanjutkan operasi militer terhadap Hamas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










