Gembleng Puluhan ASN se-Indonesia, Gubernur Luthfi Tekankan Inovasi sebagai Karakter Pemimpin

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan dalam acara PKN II Angkatan XXVIII di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng, Kota Semarang, pada Senin (3/8/2026). Foto: dok/kmf.

M-Radar News, Semarang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi meminta peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVIII mampu menjadi motor penggerak perubahan birokrasi melalui inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang adaptif.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya andal dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Luthfi saat membuka PKN II Angkatan XXVIII di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng, Kota Semarang, pada Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, pelatihan kepemimpinan harus menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan di instansi maupun daerah asalnya. “Harapannya nanti setelah PKN, peserta pulang ke provinsi atau daerahnya bisa mengubah birokrasinya atau mempunyai terobosan ide-ide kreatif, sehingga mereka juga akan lebih maju,” kata Luthfi.

Menurutnya, kemampuan membangun koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Selain memperkuat kompetensi kepemimpinan, para peserta juga dibekali berbagai materi dari narasumber yang diharapkan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Gubernur Luthfi menambahkan, pemimpin yang adaptif akan lebih siap menghadapi perubahan dan mampu mengambil keputusan secara cepat serta tepat.

“Karena ini adalah sekolah kepemimpinan, minimal peserta harus mempunyai transformasi kepemimpinan. Kepemimpinan yang adaptif nantinya akan menentukan bagaimana mereka bersikap dan bertindak di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, PKN II bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial pejabat pimpinan tinggi pratama agar mampu merumuskan kebijakan strategis dan menciptakan inovasi yang berdampak terhadap pembangunan.

Pelatihan yang berlangsung mulai 3 Agustus hingga 14 Desember 2026 tersebut diikuti 51 aparatur sipil negara (ASN) dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia.

Peserta berasal dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Transmigrasi, Badan Intelijen Negara (BIN), Pemprov Jateng, Pemprov Riau, Pemkot Ambon, Pemkot Manado, serta sejumlah pemerintah kabupaten, yakni Tambrauw, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Kebumen, Rembang, Wonosobo, dan Jepara.

Uswatun berharap, seluruh peserta mampu menerapkan hasil pembelajaran sesuai kebutuhan instansi masing-masing sehingga dapat mendukung program prioritas pemerintah dan menjawab tantangan pembangunan di daerah.

Salah seorang peserta, Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon Claudia Simatupang, mengaku ingin memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam mengembangkan sektor perikanan di daerahnya.

Menurutnya, komoditas unggulan seperti tuna, tongkol, dan cakalang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). “Saya berharap setelah mengikuti PKN ini bisa membawa perubahan dan meningkatkan PAD Kota Ambon,” ujarnya.

Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Erna Irawati menambahkan, seorang pemimpin harus mampu membaca tantangan masa depan, menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata, serta membangun kolaborasi agar perubahan yang dihasilkan benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai wadah belajar bersama dan saling mendukung demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup