Angin Kencang, Lahan Tebu Milik Warga Hangus Terbakar

Angin Kencang, Lahan Tebu Milik Warga Hangus Terbakar

M-Radar News, Kediri – Kebakaran lahan tebu milik warga terjadi di wilayah Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Selasa, 7 Juli 2026. Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar panik karena api dengan cepat membesar dan merambat ke area lahan lainnya.

Kebakaran terjadi di Jalan Raya Satak, Dusun Bandulan, Desa Karangnongko. Lahan tebu milik Qobir dilaporkan terbakar setelah aktivitas pembakaran sisa daun tebu yang tidak terkendali. Berdasarkan informasi di lapangan, api awalnya terlihat kecil. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke lahan tebu di sekitarnya.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa laporan kejadian pertama kali disampaikan oleh Riko Tri Cahyono pada pukul 08.58 WIB. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan ke petugas agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman,” kata Kaleb.

Dalam proses penanganan, petugas mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8157 EP. Sebanyak enam personel dari Bidang Pencegahan Kebakaran turut diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman.

Petugas berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu setengah jam. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil, di mana api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.00 WIB.

Kaleb mengapresiasi kesigapan tim di lapangan yang mampu merespons laporan dengan cepat dan bekerja sesuai prosedur. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran di lahan terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat kondisi angin kencang, karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan,” katanya.

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai kurang lebih Rp150 juta. Tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Suryadi, seorang warga di Kabupaten Kediri, mengemukakan bahwa ia terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap lingkungan sekitar. “Kita tidak tahu kapan bencana akan datang, jadi pengawasan di dalam rumah dan luar rumah terus kami tambah. Termasuk, mengajak tetangga untuk tidak membakar sampah atau lahan tanpa ditunggui, karena bisa saja angin kencang datang tiba-tiba,” kata Suryadi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup