BGN Copot Kepala SPPG Batang Bawang Usai Ratusan Penerima MBG Terdampak Gangguan Kesehatan

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. Foto: istimewa

M-Radar News, Batang – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari dapur tersebut.

Selain menghentikan operasional SPPG dengan kategori suspend berat, BGN juga mencopot Kepala SPPG Batang Bawang dari jabatannya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi, sekaligus untuk mendukung proses investigasi terhadap dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dan keamanan pangan.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana mengatakan, keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. BGN memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya terus dipantau.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak. Kami pastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” ujar Ketut di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan laporan hingga Kamis (24/9/2026) pukul 03.00 WIB, tercatat 219 orang terdampak. Dari jumlah tersebut, 132 orang menjalani rawat inap, sedangkan 87 lainnya menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.

Namun, data jumlah penerima manfaat yang terdampak masih terus diperbarui seiring pendataan dan koordinasi yang dilakukan di lapangan. Dalam perkembangan terbaru, jumlah tersebut dilaporkan mencapai 411 orang.

Ketut mengatakan, pemeriksaan awal menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap SOP di SPPG Batang Bawang. Salah satunya berkaitan dengan proses pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pada pukul 19.30 WIB, kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

Selain itu, tim juga menemukan kondisi kebersihan di sejumlah bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. BGN turut menemukan adanya makanan yang dibawa pulang oleh sebagian penerima manfaat, yang menurut BGN merupakan pelanggaran terhadap ketentuan operasional.

“Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang. Di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang merupakan pelanggaran berat. Sehingga kami juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh serta investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait,” kata Ketut.

Meski demikian, Ketut menegaskan, bahwa temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat. BGN masih menelusuri seluruh tahapan penyelenggaraan MBG di SPPG tersebut.

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegasnya.

Dalam proses penanganan dan investigasi, BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi BGN untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Batang Bawang, termasuk pemberian tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun operasional.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas, dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan,” ucap Ketut.

“Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup