Enam Bulan Pertama 2026, Dinsos P3AKB Catat 34 Kasus Kekerasan Anak di Bondowoso
M-Radar News, Selama enam bulan pertama tahun 2026, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB) Bondowoso mencatat sebanyak 34 kasus kekerasan terhadap anak di wilayah tersebut. Angka ini dianggap tinggi dan mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, mengungkapkan rincian kasus tersebut. Dari 34 kasus, 18 di antaranya merupakan kasus persetubuhan, enam kasus kekerasan fisik, dan sisanya meliputi penelantaran anak, penemuan bayi, pengancaman, serta anak berhadapan dengan hukum.
“Sisanya kasus penelantaran anak, pengancaman anak, dan lainnya dengan korban anak,” kata Laily, sapaan akrab Hafidhatullaily, Sabtu 25 Juli 2026.
Menurut Laily, jumlah 34 kasus dalam enam bulan pertama ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Dinsos P3AKB mencatat total 85 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bondowoso. Namun, dia menekankan bahwa tingginya angka ini sebenarnya menunjukkan dampak positif dari meningkatnya kesadaran hukum masyarakat.
“Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak ini karena mencerminkan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak dan tidak takut melaporkan ke Unit PPA Polres Bondowoso maupun Tim Satgas PPA,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Muhammad Imron, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pendampingan terhadap korban kekerasan anak. Pendampingan dilakukan mulai dari proses hukum hingga pemulihan psikologis anak.
“Selain itu, Dinsos P3AKB Bondowoso secara masif menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peka terhadap indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitarnya,” jelas Imron, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Bondowoso, Sabtu 25 Juli 2026.
Dengan adanya data tersebut, Dinsos P3AKB berharap masyarakat semakin proaktif dalam melaporkan kasus kekerasan anak. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











