Mumu Soroti Dugaan Korupsi dan Impor Slab, Desak Danantara Audit PT Krakatau Steel

Mumu Soroti Dugaan Korupsi dan Impor Slab, Desak Danantara Audit PT Krakatau Steel

M-Radar News, CILEGON – Tokoh masyarakat Kota Cilegon, Ali Mujahidin atau Mumu, mendesak Presiden Prabowo Subianto dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk mengevaluasi dukungan kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Ia juga meminta investigasi menyeluruh terhadap dugaan persoalan tata kelola di perusahaan baja pelat merah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di tengah mencuatnya berbagai isu yang menurutnya berkaitan dengan kondisi PT KS, termasuk dugaan korupsi dan persoalan operasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi pabrik Cold Rolled Mill (CRM) yang disebut tengah mengalami kendala, sehingga dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan usaha.

Selain itu, Mumu menyoroti dugaan impor slab baja dari China yang dilakukan tanpa kepastian pasar atau pembeli akhir. “Patut diduga slab yang dipesan dan diimpor dari China itu dilakukan tanpa adanya kepastian akan dibeli oleh siapa. Hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya di Krakatau Steel,” kata Mumu dalam akun TikTok resminya, Sabtu (25/7/2026).

Mumu berharap Danantara sebagai pengelola investasi pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap dukungan yang telah maupun akan diberikan kepada PT KS. Menurutnya, proses tersebut juga perlu melibatkan aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran. “Khusus untuk Krakatau Steel, mohon dilakukan evaluasi, mohon juga dilakukan investigasi dengan melibatkan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Mumu juga menegaskan bahwa kondisi PT KS tidak semestinya dikaitkan dengan para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, persoalan utama perusahaan justru diduga berasal dari praktik tata kelola yang buruk dan dugaan korupsi. “PT Krakatau Steel bukan rusak karena buruh yang di-PHK, tetapi diduga rusak oleh para pelaku korupsi yang menggerogoti perusahaan hingga kondisinya semakin terpuruk,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah melalui Danantara dapat mengambil langkah tegas agar proses penyelamatan PT KS berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak kembali menimbulkan persoalan yang merugikan negara maupun masyarakat, khususnya warga Cilegon. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari PT KS maupun Danantara terkait pernyataan tersebut. Wartawan media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak terkait. Bagian humas PT KS saat dihubungi belum memberikan jawaban.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup