Forensik Sebut Mantan Istri Polisi yang Bunuh Diri Tempelkan Pistol ke Kepalanya
M-Radar News, Medan – Seorang wanita berinisial WLG, mantan istri seorang polisi berpangkat Brigadir di Medan, ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya. Pemeriksaan forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan mengungkapkan bahwa luka tembak pada korban merupakan luka tembak tempel, di mana senjata api ditempelkan langsung ke kulit kepala korban.
Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, menjelaskan ciri-ciri luka tembak pada tubuh WLG berdasarkan hasil pemeriksaan langsung. Menurut Mistar, luka tembak tempel ditandai dengan senjata yang menempel pada kulit saat ditembakkan. Dalam kasus ini, senjata api tersebut menempel di bagian kanan kepala korban.
“Luka tembak tersebut tidak tembus sepenuhnya karena kecepatan peluru dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti gesekan pada tulang tengkorak yang keras,” ujar Mistar. Peluru yang menembus kepala korban mengalami perlambatan tenaga dan berhenti di bawah kulit setelah menyebabkan retak pada dasar tengkorak.
Lebih lanjut, Mistar menjelaskan bahwa luka tembak tersebut menyebabkan pecahnya pembuluh darah di dasar tengkorak, tepatnya sirkulus willis, yang mengakibatkan penumpukan darah di kelopak mata atau disebut hematoma kacamata. Kondisi ini bukan akibat kekerasan dari luar melainkan efek dari pecahnya pembuluh darah akibat luka tembak.
Proyektil peluru yang ditemukan dalam tubuh korban juga mengalami kerusakan akibat benturan dengan tulang tengkorak, sehingga tidak utuh lagi. Hal ini semakin menguatkan bahwa luka tembak berasal dari senjata yang ditempelkan langsung ke kepala.
Peristiwa bunuh diri ini terjadi di rumah korban di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan, pada Minggu (28/7). Senjata api yang digunakan merupakan milik mantan suaminya yang bertugas sebagai anggota polisi dengan pangkat Brigadir berinisial ISH.
Kasus ini menjadi perhatian aparat kepolisian dan pihak forensik karena metode bunuh diri yang dilakukan dengan menempelkan pistol secara langsung ke kepala korban. Penanganan medis dan penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan guna memastikan semua fakta terkait kejadian ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












