Kapal Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan, 23 ABK Hilang
Kapal Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan
M-Radar News, Sebuah kapal kargo Vietnam tenggelam di Laut China Selatan pada Minggu (26/7). Insiden itu menyebabkan 23 anak buah kapal (ABK) hilang, sementara 39 lainnya berhasil diselamatkan.
Media pemerintah China, CCTV, melaporkan kapal Khoi Nguyen 18 yang mengangkut 62 awak mengalami kecelakaan di dekat Yongshu Reef atau Fiery Cross Reef. Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan operasi pencarian terhadap puluhan awak yang belum ditemukan.
Belum ada penjelasan mengenai penyebab kapal tersebut mengalami masalah hingga akhirnya tenggelam. Belum diketahui pula kewarganegaraan para awak yang ikut dalam kapal tersebut.
Fiery Cross Reef merupakan salah satu wilayah di Laut China Selatan yang menjadi kawasan sengketa dan diklaim oleh sejumlah negara di kawasan. Namun, laporan awal tidak mengaitkan insiden kapal tenggelam tersebut dengan sengketa wilayah yang berlangsung di kawasan itu.
Kapal Khoi Nguyen 18 adalah kapal kargo yang membawa muatan. Rute pelayaran dan muatan kapal belum diungkapkan secara resmi. Otoritas maritim China dan Vietnam dilaporkan berkoordinasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Perairan sekitar Fiery Cross Reef dikenal padat lalu lintas kapal niaga. Kawasan itu juga menjadi sengketa antara China, Vietnam, Filipina, dan negara-negara lain. Namun, insiden ini dinilai murni kecelakaan laut.
Tim penyelamat dikerahkan dari berbagai pihak, termasuk kapal patroli China. Cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cukup bersahabat sehingga memudahkan evakuasi.
Para korban selamat saat ini berada di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Belum ada laporan mengenai jumlah korban luka atau kondisi kesehatan mereka secara detail.
Operasi pencarian terus dilakukan hingga Senin (27/7). Pihak berwenang Vietnam juga telah dihubungi untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas awak kapal.
Kejadian ini menambah daftar kecelakaan laut di kawasan Laut China Selatan. Namun, belum ada pernyataan resmi dari Vietnam atau China mengenai perkembangan terbaru.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










