Milisi Houthi Serang Arab Saudi, 11 Warga Luka

Milisi Houthi Serang Arab Saudi, 11 Warga Luka

M-Radar News, Najran – Milisi Houthi dari Yaman melancarkan serangan ke wilayah selatan Arab Saudi yang menyebabkan 11 warga terluka. Insiden ini terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026, di sebelah selatan Provinsi Najran.

Menurut Mayjen Turki al-Maliki, Juru Bicara Koalisi Militer Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman, korban luka terdiri dari tujuh warga negara Arab Saudi, seorang warga Yaman, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan. Salah satu korban adalah anak berusia empat tahun yang mengalami luka bakar tingkat dua.

Al-Maliki menuding milisi Houthi sebagai pelaku serangan dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Ia menegaskan bahwa koalisi akan bertindak tegas untuk melindungi warga sipil dari ancaman serupa.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak Houthi maupun Iran, yang diduga sebagai pendukung milisi tersebut, terkait insiden ini.

Konteks Konflik Regional

Serangan ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama lima bulan terakhir. Iran menuduh Arab Saudi memfasilitasi pangkalan militer AS, sementara milisi Houthi yang didukung Iran juga melakukan blokade di Laut Merah dengan tujuan mengganggu jalur ekspor minyak mentah Saudi.

Ketegangan ini menambah kompleksitas situasi keamanan di kawasan yang sudah rentan terhadap konflik berkepanjangan, khususnya di wilayah perbatasan antara Yaman dan Arab Saudi.

Dampak dan Tindakan Koalisi

Serangan yang menyebabkan korban sipil menunjukkan risiko yang dihadapi komunitas di wilayah perbatasan. Koalisi militer yang dipimpin Saudi menegaskan komitmennya untuk menindak setiap ancaman demi melindungi penduduk dari bahaya militer, khususnya yang berdampak pada warga sipil dan warga negara asing yang tinggal di wilayah terdampak.

Situasi ini membutuhkan perhatian berkelanjutan dari komunitas internasional untuk mencari solusi damai dan mengurangi eskalasi konflik yang dapat berujung pada kerugian lebih besar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup